Pencarian

Sunday, February 21, 2016

Pembaruan turki usmani



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Kerajaan Turki Usmani adalah sebuah kerajaan yang besar dengan daerah kekuasaan yang meliputi Asia dan Eropa. Sebagai bangsa yang besar pasti mempunyai kompleksitas masalah yang besar pula yang mengiringinya. Masalah-masalah yang dihadapi oleh Kerajaan Turki adalah meliputi masalah dari luar negeri yaitu penetrasi dunia Barat dan dari dalam yaitu pergolakan politik yang terjadi di hampir setia pergantian tahta kerajaan.
Bangsa Turki Usmani memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan mereka menempati panggung kepemimpinan kaum muslimin. Keistimewaa-keistimewaan itu ialah: pertama, mereka adalah bangsa yang dinamis, berpandangan luas, dan mempunyai semangat juang yang tinggi. Kedua, mereka memiliki angkatan perang yang tangguh, yang mampu meluaskan kekuasaan Islam di bidang spiritual maupun fisik, mampu menanggulangi musuh-musuh dunia Islam dan mampu menunjukkan diri sebagai pemimpin dunia.Ketiga, Bangsa Turki menempati wilayah paling strategis dalam peta dunia. Mereka berada di Jazirah Balkan, tempat yang tepat untuk mengawasi perkembangan di Asia dan Eropa (Abu’l-Hasan Ali al-Nadwi, 1988: 212-213).
Karena itulah kami memilih objek kajian Kerajaan Turki Usmani dengan rentangan waktu antara tahun 1683-1924. Tahun 1683 adalah awal dari kekalahan pasukan militer Kerajaan Turki Usmani atas serang pasukan Eropa di Wina dan tahun 1924 adalah runtuhnya Kerajaan Turki Usmani secara menyeluruh dengan dihapuskannya kekhalifahan Turki Usmani yang sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Kerajaan ini. Karena alasan tersebut maka makalah ini berjudul “Ekspansi/Penetrasi Dunia Barat Terhadap Kerajaan Turki Usmani Tahun 1683-1924”



1.2  Rumusan Masalah
Agar penulisan makalah ini sesuai dengan apa yang diinginkan, maka penulis menyusunkan rumusan masalahnya sebagai berikut :
1.      Bagaimana sejarah perkembangan islam di turki utsmani !
2.      Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan di turki utsmani !
3.      Bagaiman Sistem Pendidikan di Turki Utsmani !
4.      Siapa Tokoh Pembaruan Islam di Turki Utsmani !



BAB II
PEMBAHASAN MASALAH


2.1  Sejarah Perkembangan Islam Di Turki Utsmani
Sejak zaman dulu disebelah barat gurun pasir gobi ada suku yang bernama Turki, mereka hidup secar nomaden. Pada saat perkembangan periode islam mereka dikalahkan oleh bangsa TARTAR, maka mereka pindah kebarat sampai di tepi laut tengah (kini dikenal dengan sebutan Anatolia), yang sebelah selatannya terdapat bangsa arab. Mereka bersentuhan dengan orang arab yang telah beragama islam. Dengan komuniukasi tersebut mereka mulai banyak yang memeluk agama islam. Bangsa Turki tersebut rajin dan ahli perang, pintar berdiplomasi, dan akhirnya dengan waktu yang relatif singkat menjadi sebuah kekuatan politik yang besar.
Bangsa Turki terbagi dalam berbagai suku diantaranya yang terkenal adalah suku ughuj. Suku ini terbagi menjadi 24 sub-suku dalam salah satu sub-suku tersebut lahirlah Sultan pertama dari dinasti Turki Usmani yang Bernama Usman. Pada saat bangsa Mongol (sebelum Islam) dan orang kristen, ingin menghapuskan Islam dari peta bumi, orang Turki Usmani muncul sebagai pelindung islam, bahkan mereka membawa panji islam sampai ketengah-tengah daratan Eropa.
Pada abad ke 13 M, saat Chengis Khan mengusir orang-orang Turki dari khurasan dan sekitarnya. Kakeknya Usman yang bernama Sulaiman bersama pengikutnya bermukim di Asia kecil. Setelah reda serangan Mongol terhadap mereka, Sulaiman menyebrangi sungai efrat (dekat Allepo). Namun ia tenggelam, empat putera Sulaiman yang bernama, Shunkur, Gundogdur, Al-thugril, Dun Dar. Dua putranya yang pertama kembali ketanah air mereka sementara dua yang terakhir bermukim didaerah Asia kecil. Keduanya akhirnya berhasil mendekati Sultan saljuk yang bernama Sultan Auludin di Kunia. Saat Mongol menyerang Sultan Auludin di Angara (kini angkara), maka Al-Thugril menolongnya dan mngusir Mongol. Sebagai balas jasa Auludin memberikan daerah Iski Shahr dan sekitarnya kepada Al-Thugril, Al-thugril mendirikan Ibu Kota yang bernama Sungut.
Disanalah lahir putranya yang pertama yaitu Usman pada 1258 M Al-thugril meninggal dunia. Selanjutnya Usman mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan,maka itulah berdiri dinasti Turki Usmani. Usman memindhkan Ibu Kota Yeniy. Pada 1300 M Sultan Alaudin meninggal, maka Usman mengumumkan diri sebagai Sultan yang berdaulat penuh, ia mengkampanyekan dirinya dengan mencetak mata uang dan pembacaan khutbah atas nama diriny. Kekuatan militer yang dimiliki oleh Usman menjadi banteng pertahanan bagi kerajaan-kerajaan kecil dari serangan Mongol. Dengan demikian secara tidak langsung mereka mengakui usman sebagai penguasa tertinggi.

2.1.1        Masa Kejayaan Turki Usmani
Pada awalnya kerajaan Turki Usmani hanya memiliki wilayah yang sangat kecil, namun dengan adanya dukungan militer, tidak beberapa lama Usmani menjadi Kerajaan yang besar bertahan dalam kurun waktu yang lama. Setelah Usman meninggal pada 1326, puteranya Orkhan (Urkhan) naik tahta pada usia 42 tahun. Pada periode ini tentara islam pertama kali masuk ke Eropa. Orkhan berhasil mnereformasi dan membentuk tiga pasukan utama tentara. Pertama, tentara sipani (tentara reguler) yang mendapatkan gaji tiap bulannya. Kedua, tentara Hazeb (tentara reguler) yang digaji pada saat mendapatkan harta rampasan perang( Mal al-ghanimah). Ketiga tentara Jenisaridirekrut pada saat berumur dua belas tahun, kebanyakan adalah anak-anak kristen yang dibimbing islam dan disiplin yang kuat.
Haji Bithas, seorang ulama sufi menyebut pasukan tersebut dengan Enicary pasukan baru, mereka juga dekat dengan tentara bakteshy, sehingga akhirnya pasukan tersebut juga dinamai tentara bakhteshy tentara tersebut dibagi dalam, sepuluh, seratus dan seribu setiap kelompoknya, mereka diasingkan dari keluarga, mereka membawa kejayaan Usmani, pasukan elit ini dikeluarkan saat tentara reguler dan tentara ireguler sudah lelah dalam pertempuran. Dengan cepat dan sigap pasukan ini menyerbu setiap musuh yang datang melawan.
Dalam peluasan wilayah Usmani mengalami kemunduran, merekalah yang melakukan reformasi dan menjadi “penguasa” defactor, karena tentara tersebut terlalu menyalah gunakan kekuasaan, akhirnya pada masa Sultan Mahmud II mereka dibubarkan.
Penggantinya yaitu, puteranya yang bernama Murad I berhasil menaklukkan banyak daerah, seperti Adrianopal, Masedonea, Bulgaria, serbia dan Asia kecil. Namun yang paling monumental adalah penaklukan dikosovo. Dengan demikian lima ratus tahun daerah tersebut dikuasai oleh pemerintah Turki Usmani. Dia penguasa yang shaleh dan taat kepada Allah. Murad I meskipun banyak menalukkan peperangan namun tidak pernah kalah, ia dijuluki sebagai Alexander pada abad pertengahan, bahkan ia dinilai sebagai pendiri dinasti Turki Usmani yang sebenarnya. Putra Murad yang bernama Bayazid menggantikan ayahnya, ia terkenal dengan gelar Ildrim/Eldream.
Bayazid dengan cepat menaklukkan daerah dan memperluas di Eropa. Bayazid sempat mengepung Konstantinopel selama enam bulan, namun akhirnya gagal karena menghadapi tentaranya Timurlang dan meninggal dunia di penjara timur setelah kalah perang dan tertangkap dalam perang di Anggora, sepeninggal Bayazid Turki Usmani mengalami kemunduran, selanjutnya Turki Usmani dipimpin oleh Muhammad, akhirnya ia berhasil mengembalikan Turki Usmani seperti sediakala, meskipun is tidak melakukan perluasan dan penaklukkan, Muhammad berhasil membawa Turki Usmani stabil kembali dengan keberhasilan ini, ia di sejajarkan oleh sejarawan dengan Umar II dari dinasti Bani Umaiyah.
Setelah ia meninggal digantikan dengan Murad II. Ia mengembalikan daerah-daerah di Eropa (kosovo) yang lepas setelah meninggalnya Bayazid, Timurlang juga seorang penguasa yang saleh dan dicintai rakyatnya, ia seorang yang sabar, cerdas, berjiwa besar, dan ahli ketatanegaraan. Ia banyak dipuji oleh sejarawan barat, ia banyak membangun masjid dan sekolah, termasuk pula adil, sehingga orang non muslimpun hidup di tengah kedamaian.
Penggantinya Murad II adalah Muhammad II dalam sejarah terkenal dengan Muhammad Al-Fatih, ia berhasil menaklukkan kota konstantinopel pertama kali yang telah dicita-citakan sejak khalifah Usman bin Affan, Gubernur Muawiyah yang pertama kali menyerang konstantinopel dan khalifah-khalifah selanjtnya yang berabad-abad mencita-citakan penaklukan konstantinopel, akhirnya tercapai pada abad 29 mei 1453.
Pada saat itulah awal kehancuran Bizantium yang telah berkuasa sebelum masa Nabi. Sultan Muhammad al-Fatih menaklukkan venish, Italy, Rhodos, dan cremia yang terkenal dengan konstantinopel.
Selanjutnya pada tahun 1520-1566 M, Sulaiman Agung menjadi penguasa baru di kerajaan Turki Usmani menggantikan Salim I dan dia dijuluki Sulaiman Al-Qanuni. Sulaiman bukan hanya sultan yang paling terkenal dikalangan Turki Usmani, akan tetapi pada awal ke 16 ia adalah kepala negara yang paling terkenal di dunia. Ia seorang penguasa yang shaleh, ia mewajibkan rakyat muslim harus shalat lima kali dan berpuasa di bulan ramadhan, jika ada yang melanggar tidak hanya dikenai denda namun juga sanksi badan.
Sulaiman juga berhasil menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Turki, pada saat Eropa terjadi pertentangan antara katolik kepada khalifah Sulaiman, merteka di beri kebebasan dalam memilih agama dan diberikan tempat di Turki Usmani. Lord Cerssay mengatakan, bahwa pada zaman dimana dikenal ketidakadilan dankelaliman katholik roma dan protestan, maka Sultan Sulaiman yang paling adil dengan rakyatnya meskipun ada yang tidak beragama islam. Setelah Sulaiman, kerajaan turki Usmani mengalami kemunduran.


2.1.2        Kemunduran Kerajaan Turki Usmani
Periode ini dimulai saat terjadinya perjanjian Carltouiz, 26 Januari 1699 M antara Turki Usmani dengan Australia, Rusia,Polandia, Vanesia, dan Inggris, isi perjanjian tersebut diantaranya adalah Australia dan Turki terikat perjanjian selama 25 tahun, yang mengatakan seluruh Honigaria ( yang merupakan wilaytah kekuasaan Turki) kecuali Traslvonia dan kota barat, diserahkan sepenuhnya pada Australia. Sementara wilayah camanik dan Podolia diserahkan kepada polandia. Rusia memperoleh wilayah-wilayah disekitar laur Azov. Sementara itu Venesia dengan diserahkannya Athena kepada Turki menjadi penguasa di seluruh Valmartia dan Maria, dengan demikian perjanjian Carltouiz ini melumpuhkan Turki Usmani menjadi negara yang kecil. Perjanjian itu terlaksana setahun kemudian.



2.2  Perkembangan Ilmu Pengetahuan di Turki Utsmani
Kebangkitan intelektual di Barat telah memberikan kontribusi yang besar bagi Eropa. Semangat rasionalisme akibat dari adanya informasi pengetahuan yang mereka dapat, telah membuat Negara-negara Barat menjadi kuat, baik militer, ekonomi maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya kekalahan-kekalahan yang dialami oleh kerajaan Turki Usmani menyebabkan sultan Ahmad III sangat prihatin sembari melakukan introspeksi. Dari itulah tumbuh sikap baru dari dalam dalam Kerajaan Turki Usmani untuk bersikap lebih arif terhadap keberadaan barat. Barat tidak lagi dianggap sebagai musuh yang harus dijauhi. Menurut Sultan Ahmad III apabila umat Islam ingin maju, maka harus menjalin kerja sama dengan Eropa untuk mengejar ketinggalan dengan Barat. Sultan Ahmad III kemudian dikenal sebagai pelopor pembaharu dalam pendidikan Islam.
Langkah pertama yang diambil adalah dengan pengiriman duta-duta ke Eropa untuk mengamati keunggulan barat. Selanjutnya hasil penelitian tersebut disampaikan kepada Sultan. Sebagai implikasi dari adanya penelitian tersebut muncullah ide dari Sultan untuk mendirikan Sekolah Teknik Militer. Selain itu Turki juga mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara mendirikan percetakan di Istambul pada tahun 1727 M. sebagai cara mempermudah akses buku-buku pengetahuan, mencetak buku-buku ilmu kedokteran, ilmu kalam, ilmu pasti, astronomi, sejarah, kitab hadis, fiqih dan tafsir.
Upaya ini terus dilakukan oleh Sultan Ahmad III hingga wafatya.
Sultan Mahmud II yang naik tahta menggantikan Ahmad III masih tetap melakukan pembaruan-pembaruan sistem pendidikan. Pembaruan yang dilakukannya adalah dengan memperbaiki sistem Pendidikan Madrasah yang pada saat itu hanya mengajarkan ilmu pengetahuan Agama dengan mencoba memasukkan ilmu pengetahuan umum. Namun pekerjaan ini sangat sukar dilakukan, perpaduan kurikulum ini sangat sulit untuk diterapkan , maka akhirnya madrasah tradisional dibiarkan berjalan dan kemudian menjadi tanggung jawab ulama. Akan tetapi di sampingnya didirikan dua sekolah pengetahuan umum yaitu: Maktebi Ma’rif (sekolah Pengetahuan umum); dan Makteby Ulum U-edebiye (sekolah sastra).
Pemisahan kedua lembaga pendidikan ini merupakan awal dikotomi dalam ilmu pengetahuan. Terobosan lain yang dilakukan Sultan Mahmud II adalah dengan mencoba mendirikan model-model sekolah barat. Misalnya pada tahun 1827 M. ia mendirikan sekolah kedokteran dan sekolah teknik, serta pada tahun 1834 mendirikan sekolah akademi militer. Pembaruan pendidikan yang dilakukan pada masa kerajaan Turki Usmani ini adalah sebuah terobosan besar, karena pada masa inilah yang pertama kalinya dikembangkan dua model pendidikan yaitu pendidikan Islam dengan pendidikan umum.
Bidang Ilmu Pengetahuan dan Budaya Kebudayaan Turki Utsmani merupakan hasil perpaduan berbagai kebudayaan seperti kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia mereka banyak mengambil ajaran-ajaran beretika dan bertata krama dalam istana raja-raja. Organisasi birokrasi dan kemiliteran banyak diserap dari Bizantium. Dan prinsip-prinsip ekonomi, sosial dan kemasyarakatan, keilmuan dan huruf diambil dari bangsa Arab. Sedangkan di bidang Ilmu Pengetahuan di Turki Utsmani tidak begitu menonjol karena mereka lebih fokus pada pengembangan kekuatan militer, sehingga dalam khasanah Intelektual Islam tidak ada Ilmuan yang terkemuka dari Turki Utsmani. Namun demikian mereka banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan masjid yang indah-indah, seperti Masjid Jami’ Sultan Muhammad Fatih, Masjid Agung Sulaiman dan Masjid Abi Ayyub Al-Ansyari, seluruh masjid ini dihiasi dengan kaligrafi yang indah-indah. Salah satu masjid yang indah kaligrafinya adalah mesjid Aya Sopia yang kaligrafinya menutupi gambar-gambar kristiani sebelumnya.
Aspek-aspek intelektual yang dicapai adalah: a) Terdapat dua surat kabar yang muncul pada masa itu yaitu: 1. Berita harian Takvini Veka dan 2. Jurnal Tasviri Efkyar b) Pendidikan, terjadi transformasi pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi, fakultas kedokteran, fakultas hukum dan mengirimkan pelajar yang berprestasi ke Prancis. c) Sejarawan Istana, Arifi karyanya sha-name-I-Al-I Osman, cerita tentang keluarga raja-raja Utsmani Kemajuan-kemajuan yang diperoleh kerajaan Turki Utsmani tersebut tidak terlepas daripada kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Sistem pengajaran yang dikembangkan pada masa Turki Usmani adalah menghafal matan-matan meskipun tidak mengerti maksudnya, seperti menghafal matan al-Jurumiyah, matan Taqrib, matan alfiah dan yang lainnya. Murid-murid setelah menghafal matan-matan itu barulah mempelajari syarahnya. Model pengajaran sepeti ini masih sering digunakan sampai sekarang, terutama pada pondok-pondok pesantren klasik.
Diawala abad modern, pemerintah Turki memakai system kesultanan, ketika itu yang berkuasa adalah kesultanan Usmani. Seorang sultan memilki kekuasaan dalam hal keduniaan dan keagamaan, sebagai penguasa duniawi ia bergelar sultan tetapi sebagai pemegang kesultanan spiritual ia bergelar khalifah, namun dalam perjalanannya para sultan tersebut bersikap sekehendak hatinya sehingga Turki akhirnya mengalami kemunduran.
Berbeda dengan sultan-sultan sebelumnya, Sultan Mahmud II memiliki cita-cita untuk merubah keadaan negerinya. Usaha yang pertama kali dilakukan ialah dengan menghilangkan sekat antara penguasa dan rakyat , kemudian melakukan pembaharuan dalam organisasi Negara dan mereformasi bidang pendidikan dengan mendirika sekolah-sekolah dan mengirim sejumlah siswa untuk belajar keluar negeri, kemudian beliaupun meningkatkan penerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan barat kebahasa Turki, jadi dapat disimpulakan bahwa ide-ide barat mulai masuk ke Turki melaui dua hal yaitu melalui penerjemahan buku dan pengiriman siswa keluar negeri.
Gerakan pembaharuan di turki dilakukan oleh pihak-pihak yang memiliki perbedaan cara pandang yang terdiri dari tiga golongan:
1.      Golongan Islam
Menurut golongan ini kemunduran Turki yaitu karena para pejabat tidak lagi menjalankan syariat Islam.

2.      Golongan Pro Barat
Kemunduran banga Turki adalah karena masyarakat turki itu sendiri yaitu keengganan menggunakan akal dalam melihat realitas.

3.      Golongan Nasionalis
Menurut golongan ini kemunduran Turki disebabkan oleh karena umat Islam tidak mau melakukan interprestasi baru atas ajaran Islam sesuai dengan kondisi zaman.

Dari ketiga golongan tersebut dapat diketahui bahwa golongan pro Barat maupun nasionalis menginginkan supaya pembaruan yang dilaksanakan tetap dalam kerangka Islam hanya saja mereka tidak sepakat dengan golongan Islam yang memilih pembaruan bersifat tradisional.
Ketiga golongan ini terus bertarung ditengah-tengah masyarakat Turki hingga akhirnya lahirlah tokoh pembaharu diantara mereka yaitu Mustafa Kemal yang lahir di Salonika pada tanggaln 12 maret 1881, sejak muda ia mengenal ide-ide barat dari buku-buku karya Voltaire, Rousseau dll. Kiprahnya didunia politik dimulai menjadi ketua perkumpulan pembela hak-hak rakyat dan membentuk majelis nasional agung (1920) hingga pada tahun 1921 Mustafa diakui pihak sekutu dan dunia internasional baik secara de facto maupun de jure sebagai penguasa Turki. Mustafa melakukan amandemen terhadap konstitusi Negara dan merubah system pemerintahan dari kesultanan menjadi republik, jabatan sultan dihapuskan dan ia mengangkat dirinya sebagai presiden Turki sedang jabatan khalifah sebagai penguasa spiritual tetap dipertahankan dengan mengangkat Abdul Majid II sebagai khalifah dan memecat Sultan Mahmud IV karena menentang keputusannya.
Kedudukan presiden dan khalifah pada akhirnya mengalami kerancuan sehingga pada tanggal 3 Maret 1924 melalui majelis nasional Mustafa menghapus jabatan khalifah dan melakukan perubahan besar besaran termasuk menghapuskan agama Islam sebagai agama resmi Turki pada tahun 1928, mulai saat itu Turki resmi menjadi negara Sekuler.
Ada 3 bidang terkait sekularisme di Turki:
1.      Sekularisasi Negara, Pendidikan dan Hukum
2.      Mengganti simbol-simbol agama dan simbol-simbol peradaban Eropa
3.      Sekularisasi kehidupan sosial dan serangan terhadap Islam

Menurut Mustafa peradaban berarti peradaban barat, bila Turki ingin menjadi negara yang berperadaban maka ia harus mengubah dirinya menjadi bangsa barat, ia menolak penggabungan antara peradaban barat dan timur. Iapun tidak memperbolehkan berdirinya partai politik yang berasakan agama.
Tetapi walu demikian Mustafa tetap mengangap Islam sebagai agama yang rasional sehingga menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia. Pada masa selanjutnya Mustafa dianggap sebagi bapak pembangunan Turki atau Attaturk, hingga namanya berubah menjadi Mustafa Kemal Attaturk.


2.3  Sistem Pendidikan di Turki Utsmani
2.3.1        Konsep Pendidikan di Turki Utsmani
Setelah mesir jatuh dibawah kekuasaan Utsmaniyah Turki, lalu Sultan Salimmemerintahkan, supaya kitab-kitab diperpustakaan dan barang-barang yang berharga di Mesir dipindahkan ke Istanbul. Anak-anak Sultan Mamluk, Ulama-Ulama, Pembesar-Pembesar yang berpengaruh di Mesir, semuanya dibuang ke Istambul,setelah mengundurkan diri sebagai khalifah dan menyerahkan pangkat khalifah itu kepada Sultan Turki.
Dengan demikian Sultan Turki memegang dua kekuasaan: kekuasaan sebagai Sultan dalam urusan duniawi dan kekuasaan sebagai Khalifah dalam urusan agama. Dengan berpindahnya ulama-ulama dan kitab-kitab perpustakaan dari Mesir ke Istanbul,maka Mesir menjadi mundur dalam ilmu pengetahuan dan pusat pendidikan berpindah ke Istanbul, tempat kedudukan Sultan dan Khalifah.dan Istambullah yang menjadi pusat pendidikan dan kebudayaan saat itu.
Selain itu Sultan Salim mengumpulkan kepala-kepala perusahaan yang termashur di Mesir berjumlah kurang lebih 1000 orang banyaknya. Semua mereka dipindahkan ke Istambul,Mesir terpaksa ditutup. Itulah salah satu sebab mundurnya perusahaan di Mesirpada masa Utsmaniyah Turki. sehingga 50 perusahaan di
Setelah Sultan Salim wafat, lalu digantikan oleh anaknya Sultan Sulaiman Al-Qanuni(926-974 H. = 1520-1566 M). Pada masa Sultan Sulaiman itu kerajaan Utsmaniyah sampai kepuncak kebesaran dan kemajuan yang gilang gemilang dalam sejarahnya. Laut putih tengah, laut hitam, dan laut merah semua dalam kekuasaannya. Luas negaranya dari Makkah ke Budapes dan dari Baghdadke Aljajair. Tetapi sesudah wafat Sultan Sulaiman kerajaan Utsmaniyah mulai mundur sedikit demi sedikit.
Pada masa Utsmaniyah Tuki pendidikan dan pengajaran mengalami kemunduran, terutama diwilayah-wilayah, seprti Mesir, Baghdad dan lain-lain. Yang mula-mula mendirikan madrasah pada masa Utsmaniyah Tuki ialah Sultan Orkhan(wafat tahun 761 H. = 1359 M.). kemudian diikuti oleh Sultan-Sultan keluarga Utsmaniyahdengan mendirikan madrasah-madrasah, yang didirikan oleh Sultan Sulaiman Al-Qanuni. Sultan-sultan pada masa Utsmaniyah banyak mendirikan masjid-masjid dan madrasah-madrasah terutama di Istambul dan Mesir. Tetapi tingkat pendidikan itu tidak mengalami perbaikan dan kemajuan sedikitpun.
Pada masa itu banyak juga perpustakaan yang berisi kitab-kitab yang tidak sedikit bilangannya. Tiap-tiap orang bebas membaca dan mempelajari isi kitab itu. Bahkan banyak pula ulama, guru-gru, ahli sejarah dan ahli syair pada masa itu. Tetapi mereka-mereka itu hanya mempelajari kaidah-kaidah ilmu-ilmu Agama dan Bahasa Arab, serta sedikit ilmu berhitung utuk membagi harta warisan dan ilmu miqat untuk mengetahui waktu sembahyang. Mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan ilmiyah di Eropa dan tidak mau pula mengikuti jejak zaman kemajuan Islam pada masa Harun Ar-Rasyid dan masa Al-Makmun, yaitu masa keemasan dalam sejarah Islam. Demikianlah keadaan pendidikan dan pengajaran pada masa Utsmaniyah Turki, sampai jatuhnya sultan /khalifah yang terakhir tahun 1924.
Sistem pengajaran yang dikebangkan pada Turki Utsmani adalah menghafal matan-matan meskipun murid-murid tidak mengerti maksudnya, seperti menghafal MatanAl-Jurmiyah, Matan Taqrib, Matan Al-Fiyah, Matan Sultan,dan lain-lain. Murid-murid setelah menghafal matan-matan itu barulah mempelajari syarahnya. Karena pelajaran itu bertambah berat dan bertambah sulit untuk dihafalkannya. Sistem pengajaran diwilayah ini masih digunakan sampai sekarang. Pada masa pergerakan yang terakhir, masa pembaharuan pendidikan Islam di Mesir dan Syiria (Tahun 1805 M) telah mulai diadakan perubahan-perubahan di sekolah-sekolah (Madrasah) sedangkan di Masjid masih mengikuti sistem yang lama.
Badri Yatim memberikan gambaran tentang kondisi ilmu pengetahuan pada masa Turki Utsmanisebagai berikut: “ Sebagai bangsa yang berdarah militer, Turki Utsmanilebih banyak mefokuskan kegiatan mereka dalam bidang kemiliteran, sedangkan dalam bidang ilmu pengetahuan mereka kelihatan tidak begitu menonjol. Karna itulah dalam khazanah Intelektual Islam kita kita tidak menemukan ilmuan terkemuka dari Turki Usmani. Namun demikian mereka banyak berkiprah dalam pengembangan seni arstektur Islam berupa bangunan-bangunan masjid yang indah, seperti Masjid Al-Muhammmadi, atau Masjid Jami Sultan Muhammad Al-Fatih, Masjid Agung Sulaiman Dan Masjid Abi Ayyub Al-Anshari. Masjid-masjid tersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yag indah. Salah satu masjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah masjid asalnya gereja Aya Sofia. Hiasan kaligrafi itu dijadikan penutup gambar-gambar kristiani yang ada sebelumnya.
Meskipun pada masa Turki Utsmani pendidikan Islam kurang mendapat perhatian yang serius dan juga terhambat kemajuannya, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa tiap-tiap masa pasti akan memunculkan tokoh-tokoh atau ulama-ulama kenamaan. Walaupun jumlah ulama pada masa itu tidak sebanyak pada masa Abbasiyah yang merupakan puncak keemasan Islam.

2.3.2        Sistem Pengajaran di Turki
Sistem pengajaran pada masa Turki seperti yang telah dijelaskan di atas yaitu dengan cara menghafal matan-matan, seperti menghafal Matan Ajrumiyah, Matan Taqrib, Matan Alfiyah, Matan Sullan dan lain-lain.
Adapun tingkat-tingkt pengajaran di Turki adalah sebagai berikut:
1.      Tingkat Rendah (S.R.) 5 tahun
2.      Tingkat Menengah (S.M.P.) 3 tahun
3.      Tingkat Menengah Atas (S.M.A.) 3 tahun
4.      Tingkat tinggi (Universitas) 4 tahun
Dikelas IV dan V S.R. diajarkan ilmu Agama jika mendapatkan izin dari orang tua murid. Begitu juga diajarkan agama dikelas III Sekolah Menengah (S.M.P.) jika diminta oleh orang tua murid.
Selain itu ada juga sekolah Imam Chatib (sekolah agama) 7 tahun, 4 tahun pada tingkat menengah pertama dan tiga tahun pada tingkat menengah atas. Murid-murid yang diterima masuk sekolah imam chatib itu ialah murid-murid tamatan S.R 5 tahun. Untuk melanjutkan dari sekolah Imam Chatib didirikan Institut Islam di Istambul pada tahun 1959, dan pengajarannya berlangsung selama 4 tahun.
Dasar-dasar pengajarannya adalah sebagai berikut:
1.      Tafsir
2.      Hadis
3.      Bahasa Arab
4.      Bahasa Turki
5.      Filsafat
6.      Sejarah Kebudayaan Islam
7.      Ilmu Bumi

2.3.3        Lahirnya Sekolah-Sekolah (Madrasah-Madrasah) Pada Masa Pengaruh / Kekuasaan Turki
Pada permulaan masa Abbasiyah, bangsa Persia sangat berpengaruhdalam Negara Islam, sehingga kebudayaan Islam pun dipengaruhinya. Bahkan sistm pemerintahan Persiasebagiannya ada juga diambil oper oleh pemerintahan Islam.
Setelah hilang pengaruh Persia,lahirlah pengaruh turki. Pada masaitu berdirialah Madrasah-Madrasah (Sekolah-Sekolah) yang tidak sedikit bilagannya diseluruh negara Islam, yang didirikan oleh pemerintah sendiri.
Diantara sebaba-sebab banyaknya berdiri madrasah pada saat itu adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengambil hati rakyat
2.      Untukmengharapkan pahala dan ampunan dari Tuhan.
3.      Untuk memelihara kehidupan anaknya.
4.      Untuk memperkuat aliran keagamaan bagi sultan atau pembesar.

2.3.4        Perpustakaan Pada Masa Utsmaniyah Turki
Perpustakaan pada masa kemajuan Islam tidak terhitung banyaknya diseluruh Negara Islam, baik perpustakaan umum maupun perpustakaan khusus. Hampir diseluruh masjid dan madrasah-madrasah ada perpustakaan yang berisi bermacam-macam ilmu, terutama ilmu-ilmu Agama dan bahasa Arab.
Pada masa Utsmaniyah Turki, masa kemunduran pendidikan dan pengajaran Islam, perpustakaan sangat berkurang, hanya terdapat di Istambul dan sedikit di Mesir, Damsyik, Halab, dan Qudus. Jumlah perpustakaan pada masa itu kurang lebih 26 buah, 22 buah di Istambul dan 4 buah diluarnya. Jumlah kitab dalam perpustakaan itu kurang lebih 30.000 kitab.


2.4  Tokoh Pembaruan Islam di Turki Utsmani
2.4.1        Kamal Attaturk
A.    Biografi
Mustafa Kamal lahir tahun 1880 masehi, di kota Salanik (kota Yahudi) daerah Macedonia yang berpenduduk 140.000 jiwa. Delapan puluh ribu diantaranya adalah orang-orang Yahudi Espana, dan dua puluh ribu lainnya lagi adalah orang-orang Yahudi Al-Dunama, yakni kaum Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Secara resmi Mustafa Kamal Attaturk adalah anak Ali Ridha. Sedangkan ibunya bernama Zubaidah.
Namun, ada yang mengatakan konon, Zubaidah, ibu Mustafa Kamal, hamil dari hasil perzinahannya dengan seorang pria bernama Abdumusin Agha. Mengingat dia pernah bekerja pada salah satu galangan kapal di kota salanik.
B.     Ideologi dan Pembaharuan Kamal Attaurk
Pada Maret 1924 terjadilah penghapusan wilayah. Karena tidak puas Ataturk melanjutkan wasiat majikannya. Maka pada tahun 1925 keluarlah peraturan yang melarang berbusana islami bagi laki-laki dan perempuan, merubah salam “assalamu’alaikum” dengan anggukan kepala.
Pada tahun 1928 keluar keputusan tentang penghapusan pelajaran agama, merubah bacaan al-qur’an dan azan dengan bahasa Turki, mengganti huruf arab dengan latin, menyamakan hak waris antara laki-laki dengan wanita. Selain itu ada pula beberapa pembaharuan yang ia lakukan diantaranya :
1.      Membolehkan lelaki memakai celana panjang dengan syarat pakai tie dan topi (sesuai dengan kehendak barat) .
2.      Beliau pernah menegaskan bahwa “negara tidak akan maju kalau rakyatnya tidak cenderung kepada pakaian modern”
3.      Mengarahkan Al-Quran dicetak dalam bahasa Turki .
4.      Menukar azan ke dalam bahasa Turki. Bahasa Turki sendiri diubah dengan membuang unsur-unsur Arab dan Parsi.
5.      Satu ucapan beliau di bandar Belikesir di mana beliau dengan terang-terangannya mengatakan bahawa agama harus dipisahkan dengan urusan harian dan perlu dihapuskan untuk kemajuan.
6.      Agama Islam juga di buang sebagai Agama resmi negara.
7.      Mengubah undang-undang perkahwinan berdaftar berdasarkan undang-undang barat.
8.      Menukar Masjid Ayasophia kepada museum, ada sebagian masjid dijadikan gereja.
9.      Membatalkan undang-undang waris,faraid secara Islam .
10.  Menghapus penggunaan kalendar Islam dan menukarkan huruf Arab kepada huruf Latin.

Selain itu, banyak juga pembaharuan yang dilakukan oleh Mustapa Kamal dalam menjalankan pemerintahan di Turki, antara lain seperti dalam sidang Majlis Agung Nasional tahun 1920, ia menjadi Ketia Majlis dan hasil dari siding tersebut antara lain :
1.      Kekuasaan tertinggi terletak ditangan rakyat Turki.
2.      Majlis Agung nasional merupakan perwakilan rakyat tertinggi.
3.      Majlis Agung NAsional berfungsi sebagai badan legislative dan eksekutif.
4.      Majlis Negara yang anggotanya dipilih dari Majlis Nasional Agung akan menjalankan tugas pemerintahan.

2.4.2        Sultan Mahmud II
A.    Biografi
Sultan Mehmed II/Muhammad Al-Fatih (bahasa Turki Ottoman: محمد ثانى Memed-i sānī, bahasa Turki: II. Mehmet, juga dikenal sebagai el-Fatih (الفاتح), “sang Penakluk”, dalam bahasa Turki Usmani, atau, Fatih Sultan Mehmet dalam bahasa Turki; 30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).

B.     Ideologi dan Pembaharuan Sultan Mahmud II
Pembaharuan Pemikiran di turki oleh raja yaitu Sultan Mahmud II sama halnya dengan pembaharuan di mesir , juga di pelopori oleh seorang raja yaitu Mohamad Ali Pasya Mahmud lahir pada tahun 1705 dan mempunyai didikan tradisional, antara lain pengetahuan agama,pengetahuan pemerintahan,sejarah dan satra arab,Persia dan turki. Ia di angkat menjadi sultan di tahun 1807 dan meninggal pada tahun 1839.
Sultan Mahmud II di kenala sebagai sultan yang tidak mau terikat pada tradisi dan tidak segan-segan melanggar adapt kebiasaan lama.tradisi aristukrasi ini di langgar oleh Sultan Mahmud II. Ia mengambil sikap demokrasi dan selalu muncul di muka umum untuk berbicara atau mengunting pita pada acara-acara resmi.
Ia juga mengadakan pembaharuan dalam pemerintahan kerajaan usmani. Menurut tradisi kerajaan usmani di kepalai oleh raja yang memiliki kekuasaan duniawi dengan gelar sultan dan kerajaan rohani dengan gelar khalifah. dengan demikian raja usmani memiliki dua kekuasaan,yaitu kekuasaan memerintah Negara dan kekuasan menyiarkan atau menyebarkan agama islam.dalam melaksanakan kedua kekuasaan tersebut sultan dib ant pleh sadrazam untuk ursan pemerintahan dan syekh islam untuk urusan keagamaan.kedua pejabat tersebut hanya pelaksana dan juga tidak memiliki hak suara.
Kedudukan sdrazam di hapus oleh Sultan Mahmud II dan dig anti jabatan pedana mentri Sultan Mahmud II adalah orang pertama yang memisahkan urusan agama dan urusan dunia. Sultan Mahmud II juga membuat perubahan dalam bidang pendidikan, di madrasah biasanya di berikan pengetahuan agama.untuk memberikan pengetahuan umum di madrasah masih belum mungkin karena itu, di samping madrasah ia mendirikan sekolah umum yang dis ebut sekolah pengetahuan umum.
Untuk menyebarkan ide pembaharuannya Sultan Mahmud II menerbitkan surat kabar takvim-I vekayi yang terbit pertama kali pada tahun 1831.pembaharuan yang di lakukan oleh Sultan Mahmud II menjadi dasar bagi usaha pembaharuan di kerajaan usmani sesudahnya.

2.4.3        Tanzimat
A.    Biografi
Pemuka utama pembaharuan di zaman tanzimat ialah Mustova Rasid Pasya.ia lahir di istambul turki 1800.dan pada mulanya mempunyai didikan madrasah, kemudian ia menjadi pegawai pemerintahan,meningkat-ningkat dalam kedudukannya dan di tahun 1834 di kirim sebagai duta besar ke paris.

B.     Ideologi dan Pembaharuan Tanzimat
Pembaharuan di bidang pemerintahan di adakan dengan cara mengajak rakyat urun pendapat tentang soal-soal Negara dan administrasinya.pembaharuan dibidang keuangan berupa pendirian Bank Usmani (1840). Di dalam dunia pendidikan di buka sekolah galatasaray yang memberikan pendidikan umumdalam bahasa perancis. Di sekolah itu siswa muslim dan siswa non muslim duduk berdampingan suatu hal yang tidak pernah di lakukan sebelumnya.
Pembaharuan yang di lakukan tanzimat tidak seluruhnya di hargai, kritik yang di ajukan ialah pembaharuan itu mengandung paham sekularisme dan pemuka-pemukanya bersifat pro-barat.sikap otoriter sultan dan para mentri dalam melaksanakan pembaharuan mendapat kritik yang keras. Akan tetapi akhirnya posisi hilan, pemerintah bertanbah absolut sehingga hilanglah kebebasanberfikir dan bergerak.

2.4.4        Usmani Muda
Zaman tanzimat berakhir dengan wafatnya Ali Pasya pada tahun 1871.usmani muda berasal dari perkumpulan rahasia yang di dirikan pada tahun 1865 dngan tujuan mengubah pemerintahan absolut kerajaan usmani menjadi pemerintahan konstitusional .
Salah satu tokonya adalah Ziya Pasya(1825-1880) menurut pemikirannya agar dapat di golongkan sebagai Negara maju kerajaan usmani harus menganut pemerintahan yang konstitusional. Negara-negara eropa maju karena di sana tidak ada lagi pemerintahan yang absolut
Ziya Pasyaberpendapat bahwa pembaharuan di turki tidak perlu meniru barat dalam segalah hal, melainkan cukup mengambil yang di perlukan saja. Yang berlawanan dengan ajaran islam tidak usah di ambil. Menurut pendapatnya islam bukan merupakan penghalang kemajuan.

2.4.5        Turki Muda
Pemimpin turki muda yaitu Achmed Reza(1859-1931) Achmed Reza adalah anak seorang bekas anggota parlemen pertama bernama majlis ali di masa Achmed Reza pena berkunjung ke desa-desa di turki dan kemalaratan yang di derita kaum petani menusuk hatinya. Iapun bertekat akan melanjutkan study sekolah pertanian untuk kelak dapat bekerja dan berusaha merobah nasib kaum petani yang malang itu, studi mengenai pertanian di lanjutkan di paris.
Menurut Achmed Reza, untuk menyelamatkan kerajaan usmani dari keruntuhan di perlukan pendidikan dan ilmu positif, bukan teologi dan metafisika. Pelaksanaan system pendidikan yang baik memerlukan pemerintahan konstitusional.pemerintahan konstitusional tidak bertentangan dengan ajaran islam, karena islam terdapat ajaran musyawarah

2.4.6        Aliran Barat Islam Nasionalis
Pertama, golangan Barat yang ingin mengambil peradaban barat sebagai dasar pembaharuan. Bagi golongan Islam, dasar itu seharusnya adalah islam. Golongan Nasionalis turki, yang timbul paling kemudian melihat bahwa bukan peradaban barat dan bukan islam yang harus di jadikan dasar-dasar tetapi nasionalisme turki.
Aliran nasionalis di pelopori oleh Zia Gokalp (1875-1924) Zia Gokalp lahir dengan nama Mehmed Reza di Diyarbark. Ia masuk salah satu sekolah tinggi modern yang ada pada waktu itu di Diyarbark untuk memproleh ilmu pengetahuan modern dan untuk belajar bahasa perancis.
Aliran barat di pimpin oleh Tewflik Fikret (1876-1951) dan DR Abdullah Jeudat (1869-1932). Tewflik Fikret adal seorang sastrawan, dalam tulisannya hanya menentang tradisi lama, termasu di dalamnya faham-faham keagamaan tradisional.
DR Abdullah Jeudat (1869-1932) adalah seorang pendiri dari perkumpulan persatuan dan kemajuan bersama dengan pemimpin-pemimpin turki muda ia lari ke eropa dan menetap di Genefre.

2.5  Manfaat Sejarah Islam pada Masa Pembaruan
1.      Sejarah dikemukakan dalam Al Qur’an sebagai kisah atau peristiwa yang dialami umat manusia di masa lalu. Orang yang tidak mau mengambil hikmah dari sejarah mendapat kecaman karena mereka tidak mendapat pelajaran apapun dari kisah dalam Al Qur’an. Melalui sejarah, kita dapat mencari upaya antisipasi agar kekeliruan yang mengakibatkan kegagalan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang.
2.      Pelajaran yang dapat diambil dari sejarah dapat menjadi pilihan ketika mengambil sikap. Bagi orang yang mengambil jalan sesuai dengan ajaran dan petunjuk Nya, orang tersebut akan mendapat keselamatan
3.      Pembaruan akan memberi manfaat berupa inspirasi unutk mengadakan perubahan-perubahan sehingga suatu pekerjaan akan menajdi lebih efektif dan efisien.
4.      Dalam sejarah, dikemukakan pula masalah sosial dan politik yang terdapat di kalangan bangsa-bangsa terdahulu. Semua itu agar menjadi perhatian dan menjadi pelajaran ketika menghadapi permasalahan yang mungkin akan terjadi.
5.      Pembaruan mempunyai pengaruh besar pada setiap pemerintahan. Sebagai contoh, pada zaman Sultan Mahmud II sadar bahwa pendidikan madrasah tradisional tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman abad ke-19. oleh karena itu, dibuatlah pembaruan-pembaruan di bidang pendidikan yang memasukkan unsur ilmu pengetahuan umum ke dalam sistem pendidikan negara tersebut.
6.      Corak atau bentuk negara dianggap kalangan tertentu bukan persoalan agama, tetapi persoalan duniawi sehingga hal tersebut diserhakan kepada manusia untuk menentukannya. Hal seperti ini dilakukan oleh Mustafa Kemal Pasya dalam menghapus sistem kekhilafan dari kerajaan Usmani.

2.6  Perilaku Cerminan Penghayatan terhadap Sejarah Islam pada Masa Pembaruan
Ada beberapa perlaku yang dapat dijadikan cerminan terhadap penghayatan akan sejarah perkembangan Islam pada masa pembaruan ini. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Menyikapi kejadian masa lalu dengan sikap sabar dan menanamkan jihad yang sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan hadis
2.      Sejarah dapat dijadikan sumber inspirasi untuk membuat langkah-langakah inovatif agar kehidupan menusia dapat damai dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.
3.      Memotivasi diri terhadap masa depan agar memperoleh kemajuan serta mengupayakan agar sejarah yang mengandung nilai negatif atau kurang baik tidak akan terualng kembali.
4.      Membangun masa depan berdasarkan pijakan-pijakan yang telah ada di masa lalu sehingga dapat membangun negara senantiasa menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafur atau negara yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT
5.      Ilmu pengetahuan dan tekhnologi di masa pembaruan cukup canggih dan menakjubkan sehingga melalui proses belajar akan dapat diperoleh kemajuan yang lebih baik bagi gemerasi-generasi muslim di masa depan.





2.7  Pengaruh Perkembangan Dunia Islam terhadap Umat Islam di Indonesia
Pembaruan di negara-negara timur tengah tidak hanya tersebar di lingkungan mereka sendiri, namun juga meluas hingga ke Indonesia. Pengaruh-pengaruh dari pembaruan tersebut antara lain sebagai berikut.
1.      Gema pembaruan yang dilakukan oleh Jamaludin Al Afgani an syekh Muhammadn Abdul Wahhab sampai juga ke Indonesia, terutama terhadap tokoh-tokoh seperti Haji Muhammad Miskin (Kabupaten Agam, Sumatera Barat), Haji Abdur Rahman (Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat), dan Haji Salman Faris (Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat). Mereka dikenal dengan nama Haji Miskin, Haji Pioabang dan Haji sumaniik. Sepulang dari tanah suci, mereka terilhami oleh paham syekh Muhammad Abdul Wahhab. Mereka pulang dari tanah suci pada tahun 1803 M dan sebagai pengaruh pemikiran para pembaru timur tengah tersebut adalah timbulnya gerakan paderi. Gerakan tersebut ingin membersihkan ajaran Islam yang telah bercampur-baur dengan perbuatan-perbuatan yang bukan Islam. Hal ini menimbulkan pertentangan antara golongan adat dan golongan Paderi.
2.      Pada tahun 1903 M murid-murid dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawy, seorang ulama besar bangsa Indonesia di makkah yang mendapat kedudukan mulia di kalangan masyarakat dan pemerintahan Arab, kembali dari tanah suci. Murid-murid dari syekh ahmad inilah yang menjadi pelopor gerakan pembaruan di minangkabau dan akhirnya berkembang ke seluruh Indonesia. Mereka antara lain sebagai berikut : Syekh Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka), Syekh Daud Rasyidi, Syekh Jamil Jambik dan Kyai Haji Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah)
3.      Munculnya berbagai organisasi dan kelembagaan Islam modern di Indonesia pada awal abad ke-20, baik yang bersifat keagamaan, politik maupun ekonomi. Organisasi tersebut ialah sebagai berikut.
a.       Jamiatul Khair (1905 M) yang merupakan wadah lembaga pendidikan dan pengkaderan generasi muda penerus perjuangan Islam dan berlokasi di Jakarta.
b.      Muhammadiyah (18 November 1912) yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan. Ia memiliki pemikiran yang tidak menghendaki berkembangnya bid’ah, tahayul kurafat dan mengembalikan ajaran Islam yang sesuai dengan Al Qur’andan hadis di Yogyakarta
c.       Al Irsyad (1914 M) dibawah pimpinan Ahmad Sukarti dan bertempat di Jakarta.
d.      Persatuan Islam (persis)dibawah pimpinan Ahmad Hasan yang didirikan tahun 1923 di Bandung. Al Irsyad dan Persis memiliki bentuk gerakan yang hampir sama dengan Muhammadiyah.
e.       Seriakt Dagang Islam (1911) di bawah pimpinan Haji Samanhudi di Solo. Pada awalnya gerakan tersebut bersifat ekonomi dan keagamaan. Akan tetapi kemudian berubah menjadi kegiatan yang bersifat politik. Terjadi perubahan kembali menjadi Partai Serikat Islam dan pada tahun 1929 kembali berubah menjadi PSII (partai Serikat Islam Indonesia).
f.       Jamiyatul Nahdatul Ulama (NU) yang lahir 13 Januari 1926 di surabaya di bawah pimpinan KH Hasym Asyari. Nahdatul Ulama merupakan wadah para ulama di dalam tugas memimpin masyarakat muslim menuju cita-cita kejayaan Islam. Gerkannya kemudian juga berubah ke arah politik
g.      Matla’ul Anwar (1905) di Menes, Banten yang didirikan oleh KH M. Yasin. Organisasi ini bersifat sosial keagamaan dan pendidikan.
h.      Pergerakan Tarbiyah (Perti) di Sumatera Barat yang didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli pada tahun 1928. organisasi ini bergerak di bidang pendidikan, membasmi bid’ah, khurafat dan tahayul serta taklid di kalangan umat Islam
i.        Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang didirikan pada tanggal 22 mei 1930 di bukit tinggi. Organisasi ini pada mulanya bersifat keagamaan, tetapi kemudian menjadi partai politik yang menuntut kemerdekaan Indonesia. Pemimpinnya adalah Muchtar Lutfi
j.        Majlis Islam ‘Ala Indonesia yang didirikan atas prakarsa KH Ahmad Dahlan dan KH Mas Mansur pada tahun 1937. pada mulanya organisasi ini tidak terlibat pada kegiatan politik, tapi pada akhirnya terlibat pula dalam politik praktis yaitu dengan melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gerakan pembaruan yang menyebabkan lahirnya organisasi keagamaan pada mulanya bersifat keagamaan, tetapi seiring dengan kondisi masyarakat pada saat itu kemudian menjelma menjadi kegiatan politik yang menuntut kemerdekaan Indonesia dan hal tersebut dirasakan mendapat pengaruh yang signifikan dari pemikir-pemikir para pembaru Islam, baik di tingkat nasional maupun internasional.



BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Dari Peninjauan mengenai perkembangan pemikiran dan gerakan pembaharuan di turki dapat di lihat bahwa kesadaran umat timbul pada diri pemimpin-pemimpin setelah adanya kontak langsung dengan dunia barat di abad kedelapan belas dan abad kesembilan belas yang lalu. Kesadaran bertambah besar lagi setelah beberapa Negara islam dapat di taklukkan oleh barat di bawah kekuasaannya.
Dinamika di kalangan umat islam harus di hidupkan kembali dengan menjauhkan faham Tawakkal dan faham Jabariyah umat islam harus di bawah kembali ke Teologi yang mengandung faham dinamika dan kepercayaan kepada Ratio yang di tentukan oleh wahyu. Umat islam di rangsang untuk berfikir dan banyak berusaha.
Proses pembaharuan yang terjadi di kalangan umat islam akan berjalan terus sepanjang zaman. Islam tidak menghalangi pembaharuan yang tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang di bawah wahyu.
Pembaharuan di turki yang pertama kali yang mencetuskan yaitu Sultan Mahmud II kemudian di lanjutkan oleh Tanzimat,Usmani Muda, Turki Muda,tiga aliran (barat, islam, nasionalis) dan Mostova Kemal. Di mana kesemuanya ini merupakan tokoh-tokoh pembaharuan di turki.

3.2  Saran
Kami menyadari bahwa makalah yang disusun ini belum sempurna. Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi terciptanya makalah yang benar-benar memenuhi kriteria sebagai makalah yang baik dan benar.





DAFTAR PUSTAKA



















No comments:

Pencarian isi Blog