Pencarian

Thursday, February 18, 2016

FUNGSI UANG DAN JENIS-JENIS UANG



1.   Uang sebagai alat tukar umum
Uang berfungsi sebagai alat tukar umum apabila uang dipergunakan untuk membeli atau mendapatkan barang dan atau jasa. Contoh: Ibu kamu membeli ikan dengan uang (uang ditukar dengan ikan).
Gambar 5. Ikan ditukar dengan uang

2.   Uang sebagai satuan hitung
Uang merupakan satuan ukuran yang digunakan untuk menentukan besarnya nilai atau harga suatu barang dan jasa. Dengan adanya uang, kamu mudah menentukan nilai suatu barang. Contoh: harga sebuah kalkulator Rp150.000,00, harga sebuah buku Rp20.000,00, dan sebagainya.
Gambar 6. Uang sebagai satuan hitung




3. Uang sebagai alat pembayaran
Sebagai alat pembayaran, apabila uang digunakan untuk melunasi kewajiban. Contoh: penggunaan uang untuk membayar utang, membayar rekening listrik, membayar pajak, dan membayar uang sekolah.

Gambar 7. Uang dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik

4.  Uang Logam
     Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam, emas, perak, atau bahan lainnya. Uang logam memiliki nilai nominal yang kecil. Di Indonesia uang logam terdiri atas pecahan Rp50,00; Rp100,00; Rp200,00; Rp500,00; dan Rp1.000,00.

Gambar 8. Pecahan uang logam di Indonesia


5.  Uang Kertas
Uang kertas merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas yang berkualitas tinggi, yaitu tidak mudah robek atau luntur, dan tahan terhadap air. Biasanya uang yang terbuat dari kertas mempunyai nilai nominal yang besar. Di Indonesia pecahan uang kertas terdiri atas Rp100,00; Rp500,00; Rp1.000,00; Rp2.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00; Rp50.000,00; dan Rp100.000,00.
Gambar 9. Pecahan uang kertas di Indonesia


6. Uang Kartal yaitu mata uang logam dan kertas yang dikeluarkan bank sentral. Uang ini dipercayai masyarakat dan dapat digunakan untuk melakukan pertukaran. Contohnya uang kertas dan uang logam.

Gambar 10. Uang kertas dan uang logam diterbitkan oleh bank sentral


7.   Uang Giral (Giro = Simpanan di bank), yaitu dana yang disimpan pada bank dan sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan perantaraan cek, giro bilyet. Dengan demikian uang giral hanya dikeluarkan oleh Bank Umum.
Gambar 11. Contoh uang giral (bilyet giro)

Gambar 12. Contoh uang giral (Cek)

8.  Bernilai Penuh (Full Bodied Money), yaitu uang yang nilai bahannya (nilai intrinsik) sama dengan nilai yang tertera (nilai nominal). Jika uang itu terbuat dari emas maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya. Jenis uang ini biasa disebut dengan uang logam. Misal uang logam Rp50,00, Rp100,00, Rp200,00, Rp500,00 dan Rp1.000,00. Tidak Bernilai Penuh (Token Money), yaitu uang yang nilai nominalnya lebih besar daripada nilai bahannya. Artinya bahan yang dipakai untuk membuat uang nilainya tidak sebanding dengan nilai nominal uang tersebut. Misalnya untuk membuat uang Rp1.000,00 bank sentral mengeluarkan biaya Rp750,00.
Gambar 13. Pada uang kertas dan uang logam terdapat nilai nominal dan nilai intrinsik

9.   Uang Lokal
Uang lokal merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu. Misalnya rupiah di Indonesia, peso di Filipina, Ringgit di Malaysia. Uang regional merupakan uang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas dari uang lokal. Misalnya di kawasan Benua Eropa berlaku mata uang tunggal yaitu EURO.
Gambar 14. Mata uang EURO

10.   Uang Internasional
Uang internasional merupakan uang yang berlaku di seluruh dunia. Contohnya US dolar (sebagai standar pembayaran internasional).
Gambar 15. Mata uang Dollar


No comments:

Pencarian isi Blog