Pencarian

Tuesday, January 1, 2019

Makalah Bab Struktur Bumi


KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr.Wb.
            Dengan memanjatkan puji syukur  kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,taufik serta hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun makalah ini. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Konsep Dasar IPA di SD.
Pada kesempatan kali ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bpk. Ari Pristianto Nugroho, S. Pd. Selaku Dosen Pengampu mata kuliah Konsep Dasar IPA di SD. Tidak lupa juga penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Dalam menyusun laporan ini, penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahandalam penulisan yang sesungguhnya tidak disengaja. Oleh karena itu penulis mengharap kritik dan saran dari semua pihak untuk kemajuan dari masa yang akan datang agar makalah ini dapat lebih baik. Harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

                                                                                  
        
DAFTAR ISI

Halaman Judul                                                                                                                        i
Kata Pengantar                                                                                                                       ii
Daftar Isi                                                                                                                                 iii
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                     1
A. Latar Belakang Masalah                                                                                        1
B. Rumusan Masalah                                                                                                  2
C. Tujuan Penelitian                                                                                                    2
D. Metode Penulisan                                                                                                  2
BAB II PEMBAHASAN                                                                                                      3
A. Struktur Bumi                                                                                                        3
B. Bumi Berdasarkan Susunan Kimianya                                                                   7
C. Pengaruh Bentuk, Persebaran, dan Potensi Muka Bumi Terhadap Kehidupan     19
                                                                          
BAB III PENUTUP                                                                                                               22
 Kesimpulan                                                                                                                22
 Saran                                                                                                                          23
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                                        24





BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Pernahkah Anda berpikir, kenapa permukaan bumi tidak rata? Kenapa di satu daerah terdiri dari daerah pegunungan, sementara di daerah lainnya hamparan dataran rendah yang luas? Atau mungkin Anda mengira bahwa dasar lautan itu rata? Ternyata sama dengan di daratan, dasar lautan tidak rata. Kenapa hal ini bisa terjadi? Faktor apakah yang menyebabkannya serta apa pengaruh bentuk permukaan bumi itu bagi kehidupan. Berdasarkan pertanyaan tersebut bumi selalu menyimpan banyak rahasia yang tidak habis-habisnya untuk dipelajari. Berbagai pakar mencoba menggambarkan bentuk permukaan bumi hingga bagian-bagian penyusunya secara mendetail.
Beberapa pakar dari University College London telah melakukan simulasi dengan superkomputer Cray T3E untuk mengukur temperatur tinggi yang bisa melelehkan besi dalam tekanan yang sangat tinggi sebagaimana yang ada di inti bumi. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa titik leleh atau titik lebur besi adalah pada suhu 6700 Kelvin pada tekanan diantara inner-core dan outer-core di perut bumi. Temuan ini mendukung model sebelumnya yang mengatakan bahwa temperatur inti bumi berkisar pada suhu tersebut.
Dari sini sebuah pertanyaan sainstifik bisa dimunculkan, yaitu darimana inti bumi mendapatkan energi panas yang dahsyat tersebut? Para ilmuwan masih percaya bahwa semua itu dihasilkan oleh reaksi fisi nuklir alamiah (geo-reaktor) yang terjadi di dalam inner-core. Itulah sebabnya, Herndon menempatkan uranium sebagai unsur yang mendominasi bagian inner-core, dimana kita semua tahu bahwa uranium adalah salah satu unsur radioaktif yang bisa menghasilkan reaksi fisi nuklir. Asumsi akan adanya georeaktor tersebut cukup tepat untuk menjawab teka-teki mengenai keberadaan isotop helium yang begitu melimpah, sekaligus juga menjelaskan fenomena variasi medan geomagnetik bumi. Mungkin ada baiknya menyaksikan film fiksi-ilmiah berjudul The Core yang bercerita tentang ekspedisi para ilmuwan menuju inti bumi. Mereka turun ke dasar bumi dari palung Mariana di samudra Pasifik yang merupakan palung terdalam di dunia dengan kedalaman mencapai 11 km. Tapi hendaknya jangan buru-buru percaya sama kondisi perut bumi yang ditampilkan dalam film tersebut.
Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, maka disusun makalah yang berjudul “Struktur Bumi”, yang ingin menjelaskan bumi secara lebih mendalam yang akan dibahas pada bab pembahasan.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah struktur bumi?
2.      Bagaimana bumi berdasarkan susunan kimianya?
3.      Apa pengaruh bentuk, persebaran, dan potensi muka bumi terhadap kehidupan?

1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.      Mendeskripsikan struktur bumi.
2.      Mendeskripsikan bumi berdasarkan susunan kimianya.
3.      Mendeskripsikan pengaruh bentuk, persebaran, dan potensi muka bumi terhadap kehidupan.

1.4  Metode Penulisan
Metode penulisan yang dipakai adalah dengan menggunakan metode kajian pustaka, yaitu mencari berbagai informasi baik dari buku literatur, internet, maupun sumber-sumber lainnya yang mendukung dalam pembuatan makalah ini.


BAB II
PEMBAHASAN
Sebelum membahas tentang struktur bumi dan penjelasannya, mari kita kaji dahulu sedikit mengenai planet bumi. Bumi merupakan salah satu anggota tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km. Bumi berbentuk bulat pepat, sebuah bulatan yang tertekan ceper pada orientasi kutub-kutub yang menyebabkan buncitan pada bagian khatulistiwa. Buncitan ini terjadi karena rotasi bumi, menyebabkan ukuran diameter katulistiwa 43 km lebih besar dibandingkan diameter dari kutub ke kutub, jari-jari bumi ± 6.370 km. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari delapan planet yang dekat dengan matahari.Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan.
Sebagai planet yang memiliki kehidupan di dalamnya, bumi terdiri atas beberapa struktur yang memungkinkan untuk dijadikan tempat tinggal. Di antara macam-macam struktur bumi di antaranya adalah terdiri dari banyak jenis material seperti berbagai jenis batuan, tanah, serta air yang kesemuanya membentuk planet bumi yang sekarang ini kita diami.
A. Struktur Bumi
Secara garis besar, lapisan bumi terdiri atas beberapa bagian, yaitu: kerak bumi (crush), selimut (mantle), dan inti ( core). Struktur bumi seperti itu mirip dengan telur, yaitu cangkangnya sebagai kerak, putihnya sebagai selimut, dan kuningnya sebagai inti bumi.
1.      Kerak Bumi (crush)

Lapisan ini menempati bagian paling luar dengan tebal 6-50 km. Tebal lapisan ini tidak sama di setiap tempat, di benua tebalnya 20-50 km, samudra 0-5km atau bersamaan dengan air diatasnya sekitar 6-12 km. Tersusun dari materi-materi padat yang kaya silisium dan uluminium. Kerak bumi ini dapat dibagi 2 yaitu:

  • Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 0-5km atau bersamaan dengan air diatasnya sekitar 6-12 km. Kerak samudera atau kerak oseanik, merupakan kerak bumi yang menyusun lantai dasar samudera. Kerak ini menyusun sekitar 65% dari luas kerak bumi. Kedalaman dai kerak oseanik ini rata-rata sekitar 4000 meter dari permukaan air laut, meskipun pada beberapa palung laut kedalamannya ada yang mencapai lebih dari 10 km. Batuan yang menyusun kerak samudera adalh batuan yang bersifat basa atau mafik. Bagian atas dari kerak samudera dengan ketebalan sekitar 1,5 kn disusun oleh batuan yang bersifat basa atau basaltik, Sedangkan bagian bawahnya disusun oleh batuan metamorf dan batuan beku gabbro. Permukaan kerak samudera ditutupi oleh endapan sedimen dengan ketebalan rata-rata sekitar 500 meter.
  • Kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-50 km. Batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Kerak benua atau kerak kontinen, merupakan kerak bumi yang menyusun daratan atau benua. Kerak benua mempunyai ketebalan antara 30 sampai 35 km dengan ketebalan rata-rata sekitar 35 km. Kerak benua ini menyusun sekitar 79% dari volume kerak bumi. Ketinggian permukaan dari kerak benua rata-rata sekitar 800 meter dari permukaan laut, meskipun ada daerah yang ketinggiannya mencapai lebih dari 8000 meter. Batuan yang menyusun kerak benua pada umumnya adalah batuan granitik atau yang bersifat asam. Bagian atas dari kerak benua ini disusun oleh batuan beku, batuan metamorf dan batuan endapan. Sedangkan secara keseluruhan batuan beku dan batuan metamorf menyusun sekitar 95% , sisanya yang 5% merupakan batuan endapan.
Kerak Bumi dan sebagian mantel Bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km. Suhu dibagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 ◦C. Unsur-unsur kimia utama pembentuk kerak Bumi adalah: Oksigen (O) (46,6%), Silikon (Si) (27,7%), Aluminium (Al) (8,1%), Besi (Fe) (5,0%), Kalsium (Ca) (3,6%), Natrium (Na) (2,8%), Kalium (K) (2,6%), Magnesium (Mg) (2,1%).


Berdasarkan materi-materi penyusunnya, kerak bumi masih dikelompokkan menjadi beberapa lapisan yaitu :
Ø  Lapisan atas, pada lapisan ini merupakan tempat dimana makhluk hidup berkembangbiak. Lapisan atas terdiri atas pelapukan batuan dan sisa-sisa makhluk hidup yang sudah mati. Lapisan ini disebut sebagai tanah humus.
Ø  Lapisan tengah, lapisan ini merupakan lapisan yang sedikit gersang dan terdiri atas air serta pelapukan batuan. Lapisan tengah disebut dengan nama lapisan tanah liat.
Ø  Lapisan bawah, lapisan bawah merupakan lapisan batuan yang masih belum sempurna pembentukannya.
Ø  Lapisan batuan induk, pada lapisan ini terdapat  bebatuan padat sebagai penyusunnya.

2.     Selimut Bumi (Mantle)
Selimut atau selubung bumi merupakan lapisan yang letaknya dibawah lapisan kerak bumi. Lapisan ini sebagian besar berupa silikat/besi dan magnesium. Sesuai dengan namanya, lapisan ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam bumi. Selimut bumi tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan yang padat yang mengandung silikat dan magnesium. Suhu dibagian bawah selimut mencapai 3.000◦C,tetapi tekanannya belum mempengaruhi kepadatan batuan.Selimut bumi dibagi menjadi tiga bagian yaitu litosfer, astenosfer dan mesosfer.
·         Litosfer
Litosfer merupakan lapisan terluar dari selimut bumi dan tersusun atas materi-materi padat terutama batuan. Lapisan litosfer tebalnya mencapai 100 km. Bersama-sama dengan kerak bumi, kedua lapisan ini disebut lempeng litosfer. Litosfer tersusun atas dua lapisan utama , yaitu laipsan sial dan lapisan sima.
  • Lapisan Sial adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan alumunium. Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SiO2 dan Al2O3.. Batuan yang terdapat dalam lapisan sial antara lain batuan sedimen, granit, andesit, dan metamorf.
  • Lapisan Sima adalah lapisan litosfer yang tersusun atas logam silium dan magnesium. Senyawa dari kedua logam tersebut adalah SIO2 dan MgO.  Berat jenis lapisan sima lebih besar jika dibandingkan dengan berat jenis lapisan sial. Hal itu karena lapisan sima mengandung besi dan magnesium.
·         Astenosfer
Astenosfer merupakan lapisan yang teletak dibawah lapisan litosfer. Lapisan ini tebalnya 100-400km ini diduga sebagai tempat formasi magma (magma induk). Astenosfer ini terdiri dari materi dalam keadaan cair atau semi-cair. Astenosfer suhu normalnya adalah antara 1.400 sampai 3.000 derajat Celcius derajat Celcius. Yang sangat tinggi suhu dalam segala hal menyebabkan lapisan, termasuk batu, mencair. Hal ini terutama terdiri dari silikat besi dan magnesium. Suhu astenosfer bervariasi dengan bahwa dari barysphere atau inti. Pada daerah tertentu di permukaan bumi di mana suhu inti lebih tinggi, masalah membangun astenosfer dapat ditemukan dalam keadaan cair. astenosfer memainkan bagian integral dalam gerakan lempeng tektonik dari kerak bumi. Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer yang mengapung di atas astenosfer semipadat bawah. Hal ini lempeng-lempeng yang bertanggung jawab untuk perubahan geologis besar seperti pembentukan pegunungan, lembah keretakan, dataran tinggi dan juga gempa bumi dan letusan gunung berapi.
·         Mesosfer
Mesosfer merupakan lapisan yang terletak dibawah lapisan astenosfer. Lapisan ini tebalnya 2.400-2.700km dan tersusun dari campuran batuan basa dan besi.
            3.     Inti Bumi (Core )
Inti bumi merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km.Lapisan ini dibedakan menjadi dua, yaitu lapisan inti luar (outer  core) dan inti dalam.
·         Inti bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900°C.
·         Inti Bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti bumi. Inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. Inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800°C.
B. Bumi Berdasarkan Susunan Kimianya
Berdasarkan susunan kimianya, bumi dapat dibagi menjadi empat bagian, yakni lithosfer, hidosfer, atmosfer,dan biosfer
1)     ATMOSFER
Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi secara menyeluruh dengan ketebalan lebih dari 650 km.  Gerakan udara dalam atmosfer terjadi terutama karena adanya pengaruh pemanasan sinar matahari serta perputaran bumi.  Perputaran bumi ini akan mengakibatkan bergeraknya masa udara, sehingga terjadilah perbedaan tekanan udara di berbagai tempat di dalam atmosfer yang dapat menimbulkan arus angin. Berdasarkan profil temperature secara vertical, lapisan-lapisan atmosfer dapat dibagi menjadi :
a)      Troposfer ( 0 – 10 Km)
Merupakan atmosfer terbawah dan dekat dengan Bumi. Pada lapisan ini, terjadi adanya awan, angin, hujan ,petir, dan lain – lain.
b)      Stratosfer ( 10 – 30 Km)
Pada lapisan ini, terjadi peningkatan temperature karena bertambahnya ketinggian. Ozon (O3) terdapat pada lapisan ini dengan ketinggian 25 Km dari permukaan Bumi.


c)      Mesosfer (30 – 50 Km)
Lapisan ini mempunyai ion atau udara yang bermuatan listrik (Lapisan D) yang berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Karena adanya muatan listrik tersebut, Kita dapt berkomunikasi dengan orang lain di luar negri.
d)     Termosfer (50 – 400Km)
 Lapisan ini berfungsi untuk melindungi bumi dari meteor dengan cara membakarnya. Hal ini disebabkan karena lapisan atmosfer mempunyai atom yang bermuatan listrik atau terionisasi radiasi matahari.
e)      Eksosfer  > 400 Km
Merupakan lapisan atmosfer yang paling tinggi.  Pada lapisan ini, kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah.  Batas antara ekosfr (yang pada dasarnya juga adalah batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas.  Daerah yang masih termasuk ekosfer adalah daerah  yang masih dapat dipengaruhi daya gravitasi bumi.  Garis imajiner yang membatasi ekosfer dengan angkasa luar disebut magnetopause.
Keberadaan atmosfer yang menyelimuti seluruh permukaan bumi memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan hidup berbagai organisme di muka bumi. Fungsi atmosfer antara lain:
1.      Mengurangi radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi pada siang hari dan hilangnya panas yang berlebihan pada malam hari.
2.      Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan bumi
3.      Menyediakan okisgen dan karbon dioksida.
4.      Sebagai penahan meteor yang akan jatuh ke bumi.
Peran atmosfer dalam mengurangi radiasi matahari sangat penting.  Apabila tidak ada lapian atmosfer, suhu permukaan bumi bila 100% radiasi matahari diterima oleh permukaan bumi akan sangat tinggi dan dikhawatirkan tidak ada organisme yang mampu bertaham hidup, termasuk manusia.
Dalam mendistribusikan air antar wilayah di permukaan bumi, peran atmosfer ini terlihat dalam siklus hidrologi.  Tanpa adanya atmosfer yang mampu menampung uap air, maka seluruh air di permukaan bumi hanya akan mengumpul pada tempat yang paling rendah. Sungai-sungai akan kering, seluruh air tanah akan merembes ke laut, sehingga air hanya akan mengumpul di samudera dan laut saja.  Pendistribusian air oleh atmosfer  ini memberikan peluang bagi semua mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang di seluruh permukaan bumi. Selain itu, atmosfer dapat menyediakan oksigen bagi mahluk hidup.  Kebutuhan tumbuhan akan CO2 juga dapat diperoleh dari atmosfer.
2)     HIDROSFER
Air adalah senyawa gabungan dua atom hidrogen dengan satu atom oksigen menjadi H2O.  Sekitar 71% permukaan bumi merupakan wilayah perairan.  Lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi  disebut hidrosfer.  Siklus Air / Siklus hidrologi merupakan suatu proses peredaran atau daur ulang air secara yang berurutan secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi. Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian tertentu ketika temperatur semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air dan jatuh sebagai hujan.
Macam-Macam Hidrosfer :
§  Samudera-samudera dan laut-laut
Samudera-samudera dan laut-laut menempati 71% permukaan bumi.  Bila di lihat dari luar bumi, terlihat seperti bulatan air.  Tubir samudera yang paling dalam 10 km, dengan rata-ratanya 4 km.  Bila semua air ini diratakan di permukaan bumi dapat mencapai dalamnya 2,84 km.
§  Sungai
Sungai adalah aliran air tawar melalui suatu saluran menuju laut, danau dan atau sungai lain yang lebih besar.  Air sungai dapat berasal dari gletser (es), danau yang  meluap atau mata air pegunungan.  Dalam perjalanannya, aliran air sungai mempunyai tiga aktivitas, ayitu melakukan erosi, transportasi dan sedimentasi.

§  Danau
Danau adalah masa airdalam jumlah besar yang berada dalam satu cekungan atau basin diwilayah daratan.  Berdasarkan proses terjadinya, danau terbagi menjadi :
1.      Danau alam; terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.
2.      Danau buatan (waduk) yang merupakan buatan manusia untuk keperluan tertentu. Misalnya waduk  Jatiluhur dan Saguliang di Jawa Barat.  Waduk ini antara lain manfaatkan untuk pembangkit listrik, pengairan lahan pertanian, pengendali banjir, rekreasi dan budidaya ikan.
§  Rawa
Rawa adalah tanah rendah yang selalu tergenang air karena tidak ada pelepasan air (drainase).  Oleh karena itu, air rawa bersifat asam.  Berdasarkan sifatnya, rawa dapat dibedakan menjadi :
a.       Rawa air asin, yaitu rawa yang terdapat di daerah pantai.
b.      Rawa air payau, yang terdapat di sekitar muara air sungai di dekat laut.
c.       Rawa air tawar, yang terdapat di sekitar sungai-sungai besar.
§  Air Tanah
Merupakan air yang terdapat di lapisan tanah di bawah permukaan bumi, berasal ari air hujan yang meresap ke dalam tanah.   Semakin banyak air hujan yang meresap ke dalam tanah, semkain banyak pula air yang tersimpan di dalam tanah.  Secara umum air tanah dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Air tanah dangkal, yang terdapat di atas lapisan batuan kedap air.
2.      Air tanah dalam, yang terletak di antara dua lapisan batuan kedap air.
Air tanah dapat juga keluar ke permukaan bumi dalam bentuk sumber air panas yang disebut geyser.  Geyser merupakan sumber air panas yang erat hubungannya dengan aktivitas vulkanisme.
3)     LITHOSFER
Lithosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera artinya lapisan.  Lithosfer merupakan lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km.  Lithosfer adalah lapisan kulit bumi paling luar yang berupa batuan padat.  Lithosfer tersusun dalam dua lapisan, yaitu kerak dan selubung, yang tebalnya 50 – 100 km.  Lithosfer merupakan lempeng yang bergerak sehingga dapt menimbulkan persegeran benua.
Penyusun utama lapisan lithosfer adalah batuan yang terdiri ari campuran antar mineral sejenis atau tidak sejenis yang saling terikat secara gembur atau padat.  Induk batuan pembentuk litosfer adalah magma, yaitu batuan cair pijar yang bersuhu sangat tinngi dan terdapat di bawah kerak bumi.  Magma akan mengalami beberapa proses perubahan sampi menjadi batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.
Lithosfer memegang peranan penting dalam kehidupan tumbuhan.  Tanah terbentuk apabila batu-batuan di permukaan litosfer mengalami degradasi, erosi maupun proses fisika lainnya menjadi batuan kecil sampai pasir.  Selanjutnya bagian ini bercampur dengan hasil pemasukan komponen organis mahluk hidup yang kemudian membentuk tanah yang dapat digunakan sebagai tempat hidup organisme.
Tanah merupakan sumber berbagai jenis mineral bagi mahluk hidup.  Dalam wujud aslinya, mineral-mineral ini berupa batu-batuan yang treletak berlapis di permukaan bumi. Melalui proses erosi mineral-mineral yang menjadi usmber makanan mahluk hidup ini seringkali terbawa oleh aliran sungai ke laut dan terdeposit di dasar laut.
Menurut Klarke dan Washington (dalam Tim Penyusun, 2003: 4), batuan dipermukaan bumi ini hampir 75% terdiri atas Silikon oksida dan Aluminium silikat. Dengan dasar ini maka lapisan litosfer sering disebut lapisan silikat. Lapisan litosfer erat kaitannya dengan batuan, karena pada lapisan ini penyusunnya kebanyakan berupa batuan. Unsur silikon paling banyak menyusun lapisan litosfer disebut pisau silikat. Lithosfer terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
1)   Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak, bersifat padat dan batu bertebaran rata-rata 35km.  Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu :
a.       Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.
b.      Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra. 
2)   Lapisan sima (silisium magnesium) yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa Si O2 dan Mg O lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mepunyai ketebalan rata rata 65 km .
Asal dari semua batuan adalah magma yaitu batuan cair pijar yang bersuhu tinggi yang mengandung berbagai mineral dan gas yang terlarut di dalamnya. Magma terkurung di dalam kerak bumi dan gas yang terkandung di dalamnya menyebabkan timbulnya tekanan yang bsar dan memungkinkan cairan magma bergerak naik ke tempat yang lebih tinggi. Dalam beberapa hal, gerak magma berhenti oleh lapisan batuan dan hanya gas-gasnya yang dapat terlepas. Magma perlahan-lahan mendingin dan mengeras di lapisan litosfer yang tidak begitu dalam. Batuan yang terbentuk dengan cara ini disebut batuan intruksif. Dalam hal lain, magma yang bergerak ke atas tidak dapat ditahan oleh batuan sekeliling mencapai permukaan bumi dan meluap baik lewat sebarang lubang, kepundan gunung merapi maupun lewat celah-celah batuan. Magma yang keluar ini kemudian mengalamipendinginan dan pembekuan menjadi batuan ekstrusif.
Pembekuan magma juga dapat terjadi di dalam dapur magma bersama-sama degan proses pembekuan magma seluruhnya. Oleh karena itu batuan yang berasal dari magma akan berbeda-beda, tetapi semuanya dinamakan batuan beku karena batuan ini terbentuk akibat pembekuan magma.
Oleh karena pengaruh atmosfer seperti perubahan temperatur yang sangat tinggi atau mungkin karena tekanan yang terlalu besar, maka batuan beku di permukaan bumi itu akan rusak, hancur. Hancuran batuan ini kemudian terbawa oleh aliran air ataupun hembusan angin dan diedapkan disebuah tempat baru. Endapan ini mengeras sehingga membentuk batuan, yang sering disebut dengan batuan sedimen.
Akibat pengaruh tekanan yang disebabkan oleh lapisan endapan yagn tertumpuk di atas dasar endapan atau juga disebabkan karena magma yang mengalir menuju lapisan-lapisan batuan disekitarnya, batuan beku maupun batuan sedimen dapat mengalami perubahan bentuk menjadi jenis batuan yang sangat berbeda dilihat dari segi strukturnya. Tekanan ini menimbulkan panas yang sangat tinggi yang dapat menjadi katalisator (pemercepat ) terjadinya reaksi kimia yang sedang berlangsung dan memperbesar pengaruhnya. Batuan yang terjadi akibat proses ini dinamakan batuan malihan (metamorf).
Pada suatu tempat, batuan malihan akan mengalami pengangkatan, sehingga lapisan yang dalam muncul ke permukaan bumi. Dapat pula akibat tenaga eksogen, akan terjadia pelapukan, pengangkutan, dan sebagainya, sehingga berubah kembali menjadi batuan sedimen. Hal ini dapat juga terjadi karena aktivitas vulkanisme di tempat itu, batuan malihan bertemu dengan resan magma, batuan malihan berbaur dengan magma tersebut dan menjadi bagian dari “adonan” magma tersebut. Demikianlah daur ulang pembentukan batuan yang terjadi di alam, yang sering dinamakan dengan daur batuan.

 Berdasarkan hasil penelitian ada tiga jenis batuan menurut cara terjadinya yakni :
a.    Batuan Beku
      Batuan beku adalah batuan yang berbentuk dari magma pijar yang membeku menjadi padat. Proses terjadinya batuan beku itu sendiri dilihat dari bumi berasal dari gas yang berputar yang terlempr dari matahari. Gas tersebut menjadi dingin dan berubah bentuk menjadi cairan panas yang disebut dengn magma. Proses pendinginannya terus berlanjut sehingga cairan tersebut menjadi padat. Dan pada suatu ketika cairan itu membeku membentuk batuan beku yang pada akhirnya menjadi lapisan kerak bumi yang sangat keras. Berdasarkan tempat terjadinya, batuan beku dibedakan menjadi:
1)      Batuan Beku Dalam
Batuan ini berbentuk karena magma mendingin perlahan-lahan karena masih berada jauh di dalam kulit bumi. Karena mendingin perlahan-lahan maka batuan ini mempunyai mineral  yang berukuran lebih besar sehingga batuan ini berbutir kasar. Contoh dari batuan ini adalah granit, diorit(tekstur rat dan tidak mengandung kuarsa), dan gabbro (batuan yang didalamnya terdapat mineral yang berwarna gelap).
2)      Batuan Beku Luar
Batuan beku luar merupakan batuan beku dimana proses pembekuannya terjadi di permukaan bumi. Batuan ini terjadi dari sebagian magma yang membeku setelah tiba di permukaan bumi Pembekuan magma yang sudah menjadi larva ini tergolong sangat cepat, sehingga batuan beku luar itu berkristal halus atau bahkan tidak berkristal. Kristal-kristal yang terbentuk berukuran kecil saja dan bahan amorf.
Mineral yang membentuk batuan beku jumlah dan jenisnya agak terbatas. Yang paling sering ditemukan adalah:
a.       Kwarsa, yaitu suatu mineral keras yang merupakan persenyawan dari silisium dan oksigen.
b.      Feldspar berwarna mulai dari terang samapai gelap dan mengansung kalium, natrium atau kalsium serta aluminium.
c.       Piroksin dan mineral Hornblende, mengandung berbagai logam ditambah silisium dan oksigen.
d.      Mika, yaitu meniral menyerupai lapis teriri dari aluminium, oksigen dan silisium.
e.       Magnetit yaitu senyawa yang terdiri dari besi dan oksigen, dan bersifat magnet.
f.       Olivin yaitu tediri dari besi, magnesium, oksigen dan silisium.
 
Contoh batuan beku luar adalah basalt, andesit , obsidian (, scoria, dan pumice (mengandung rongga-rongga gas seperti batu apung).
Cirri yang menbedakan batuan beku dalam dengan batuan beku luar adalah teksturnya yakni bnetuk, ukuran, dan susunan partikel. Pada batuan beku dalam laju pendinginan berlangsung lambat sehingga Kristal mineral memiliki cukup waktu untuk pembekuannya maka batuan beku dalam memiliki ukuran mineral yang lebih besar dan merupakan batuan yang berbutir kasar. Pada batuan beku luar laju pendinginan berlangsung cepat sehingga kristal mineral tidak memiliki cukup waktu untuk pembekuannya maka batuan beku luar yang berbutir halus.

Beberapa Batuan Beku dan Cara Terbentuknya
Jenis Batuan Beku
Ciri Utama
Cara Terbentuknya
Batu Apung
Warna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, terapung dalam air
Dari pendinginan magma yang bergelembung-gelembung gas
Obsidian
Hitam, seperti kaca, tidak ada kristal-kristal
Terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat
Granit
Terdiri atas kristal-kristal kasar, warna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga
Dari pendinginan magma yang terjadi dengan lambat di bawah permukaan bumi
Basal
Terdiri atas kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuan dan berlubang-lubang
Dari pendinginan lava yang mengandung gelembung gas, tetapi gasnya telah menguap

b.    Batuan Sedimen
     Batuan ini terbentuk karena adanya peristiwa pengendapan butiran-butiran batuan yang lepas karena pengaruh alam yang berasal dari material yang terseret oleh angin, air, es, dan sisa organisme laut yang mati kemudian mengumpul pada suatu tempat, saling tumpang tindih dan menempel membentuk lapisan.. Pada umumnya batuan sedimen berlapis-lapis yang disebut dengan strata. Lapisan ini tersebar diseluruh permukaan bumi dan 75 % permukaan bumi tterdiri dari batuab sidemen.
Berdasarkan media pembawanya batuan sedimen dapat dibedakan menjadi:
1)      Batuan Sedimen Aeris, medium pembawanya adalah angin. Contoh: tanah los, tanah pasir, dan tanah turf.
2)      Batuan Sedimen Akuatis, medium pembawanya adalah air. Contoh tanah liat, batu pasir, breksi, dan konglomerat
3)      Batuan Sedimen Glasial, medium pembawanya adalah es (gletser). Contoh moraine.

Berdasarkan tempat pengendapannya batuan sedimen dapat dibedakan menjadi:
1)      Batuan Sedimen Kontinental (teristris), tempat pengendapannya di darat. Contoh tanah pasir, tanah los, dan tanah gurun pasir.
2)      Batuan Sedimen Marine, tempat pengendapannya di laut. Contoh batu karang, batu kapur, batu garam, dan lumpur merah.
3)      Batuan Sedimen Limnis (lakustre), tempat pengendapannya di danau atau rawa, contoh tanah liat adanau.
4)      Batuan Sedimen Fluvial, tempat pengendapannya di sungai. Contoh pasir, tanah liat, tanah pasir sungai

Berdasarkan pembentukannya, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi:
1)      Batuan Sedimen Klastik,
Klastik sendiri berasal dari bahsa yunani klastos yang berarti jatuh. Jadi batuan sedimen klastik mempunyai susunan kimia sama dengan susunan kimia batuan asalnya. Batuan sedimen klastik adalah batuan yang susunan kimianya sama dengan susunan kimia batuan asalnya. Artinya batuan itu ketika diangkut hanya mengalami penghancuran secara mekanik dari besar menjadi kecil. Yang biasnya batuan ini terbentuk dari kerikil, pasir, endapan lumpur. Proses terjadinya adalah sama seperti semburan pecahan batu menebabkan batuan beku menjadi aus serta permukaanya hancur. Hancuran tersebut kemudian terbawa angin, gletser, sungai atau arus pantai. Serpihan tersebut saling menempel satu sama lain. Penempelan tersebut mengakibatkan terbentuknya lapisan-lapisan. Akibat gaya berat lapisan terbawah menderita teknan yang paling besardan mengeras yang diikuti oleh mengerasnya bagian lain maka terbentuklah batuan sedimen klastik. Barulah batuan tersebut terangkat ke permukaan bumi melalui proses lipatan. Contoh batuan sedimen klasik adalah batu pasir dan batu lempung.

2)      Batuan Sedimen Kimiawi
Batuan yang terjadi karena proses kimiawi seperti proses penguapan, pelarutan, dehidrasi. Batuan ini dapat terbentuk secara langsung dan tidak langsung.
·         Terbentuk secara tidak langsung
Dibentuk dari reaksi biokimia saat tumbuh-tumbuhan dan organism tertentu masih aktif. Contoh stalakit dan stalagmite. Contohnya adalah hujan di gunung kapur. Air hujan yang mengandung CO2 meresap ke dalam retakan halus pada batu gamping (CaCO3). Air itu melarutkan gamping yang dilaluinya menjadi larutan air kapur atau Ca(HCO3)2. Aliran larutan kapur itu akhirnya sampai ke atap gua kapur. Tetesan air kapur akan membentuk stalaktik di atap gua dan stalagmit di dasar gua. 


·         Secara langsung
Batuan sedimen kimiawi yangibnetuk dari penguapan air pada endapan segingga mineral-mineralnya tertinggal. Contohnya aalah menguapnya air laut dari laruan NaCL sehingga akan membentuk garam. Menguapnya air laut dari larutan garam kalsium membentk gips

3)                  Batuan Sedimen Organik,  batuan yang proses pengendapannya dibantu organisme oleh proses biokimia dan biomekanik. Endapan biokimia misalnya terjadi pada sumber air yang mengandung lumut, maka lumut tersebut akan menggunakan CO2 yang terlarut dalam air tersebut, sehingga menyebabkan terjadinya pengendapan CaCO3 melalui reaksi. Endapan biomekanik terjadi dari hewan dan tumbuhan yang mempunyai rangka kapur dan hidup di lautan yang kemudian mati dan membentuk tumpukan endapan. Atau terjadi dari sisa-sisa tumbuhan kayu yang mati yang tertimbun lempung dan batu pasir selama berpuluh juta tahun, sehingga terurai menjadi gas-gas N2, H2, O­2 dan sisanya berupa karbon murni, maka terbentuklah batubara.

Berdasarkan bahan penyusunannya batuan sedimen dapat dibedakan menjadi:
1)     Batuan klasik, yaitu batuan sedimen yang terdiri dari pecahan-pecahan kecil batu lain, contoh konglemetar, breksi dan batu pasir.
2)     Batuan nonklasik, yaitu batuan endapan yang terdiri dari satu jenis mineral saja. Contoh batu gamping, batu garam, dan gypsum.

c.    Batuan Metamorf (malihan)
     Batuan metamorf adalah bataun yang terbentuk karena proses metamorphosis (perubahan) perubahan tersebut akibat dari pengaruh suhu yang tinggi dan lamanya proses tersebut berlangsung.
Berdasarkan penyebabnya, batuan metamorf dibedakan menjadi:
1)      Batuan Malihan Termik, terjadi karena meningkatnya suhu yang sangat besar.


Beberapa Batuan Metamorf dan Cara Terbentuknya
Batuan Metamorf
(Malihan)
Ciri Utama
Cara Terbentuknya
Batu pualam
Campuran warna yang berbeda-beda, dapat mempunyai pita-pita warna, kristal-kristalnya sedang sampai kasar, bila ditetesi asam mengeluarkan bunyi mendesis
Terbentuk bila batu kapur mengalami perubahan suhu dan tekanan tinggi
Batu sabak
Abu-abu kehijau-hijauan dan hitam, dapat dibelah-belah menjadi lempeng-lempeng tipis
Terbentuk bila batu serpih kena suhu dan tekanan tinggi

2)      Batuan Malihan Dinamik, terjadi karena meningkatna tekanan yang disebabkan akibat gaya tektonik. Contoh batu bara dan batu pasir.
3)      Batuan Malihan Pneumatolitik, terjadi karena meningktnya suhu yang sangat besar disertai menyusup magma ke dalam batuan. Contoh azurit mineral dan batu permata
4)     BIOSFER
Biosfer merupakan sistem kehidupan paling besar karena terdiri dari gabungan ekosistem yang ada di planet bumi.  Sistem ini mencakup semua mahluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan utuh.
Secara entimologi, biosfer berasal dari dua kata, yaitu bio  yang berarti hidup dan sphereyang berarti lapisan.  Dengan demikian dapat diartikan biosfer adalah lapisan tempat tinggal mahluk hidup.  Termsuk semua bisofer adalah semua bagian permukaan bumi yang dapat dihuni oleh mahluk hidup.
Pemahaman mengenai biosfer sangat penting untuk pengelolaan sumberdaya hayati, terutama karena perkembangan flora dan fauna yang semakin berkurang.  Salah satu penyebabnya adalah terjadinya degradasi hutan akibat kebakaran ataupun pembukaan hutan untuk pemukiman.
Organisme hidup tersusun oleh berbagai unsur yang berasal dari biosfer, baik air, mineral maupun komponen-komponen penyusun atmosfer.  Secara fisik biosfre ini terbagi tiga, yaitu litosfer, hidrosfer dan atmosfer.

C. Pengaruh Bentuk, Persebaran, dan Potensi Muka Bumi Terhadap Kehidupan
1.      Pengaruh Bentuk Muka Bumi terhadap Kehidupan
Permukaan bumi mengalami perubahan baik secara evolusi (lambat) maupun revolusi (cepat). Perubahan ini disebabkan adanya tenaga endogen dan eksogen. Terbentuknya pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran tinggi, atau lembah merupakan hasil aktivitas tenaga endogen. Begitu pula proses pelapukan, erosi, dan sedimentasi sebagai tenaga eksogen berpengaruh terhadap pembentukan muka bumi. Adanya keragaman bentuk muka bumi ini menyebabkan perbedaan berbagai aspek, antara lain : iklim, kesuburan tanah, tata air, dan unsur-unsur lainnya. Perbedaan semua aspek tersebut tentu saja berpengaruh terhadap mahluk hidup (tumbuhan, hewan, dan manusia) di sekitarnya. Memang mahluk hidup termasuk manusia tidak bisa hidup tanpa alam. Atau lebih khususnya mahluk hidup juga tidak bisa bertahan hidup apabila tidak bisa menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Itulah sebabnya mengapa orang Eskimo memakai baju tebal, karena di sana iklimnya dingin. Begitu pula para nelayan menangkap ikan di malam hari karena angin darat yang berhembus ke laut membantu mereka dalam perjalanan ke tengah laut.Akibat adanya proses adaptasi manusia terhadap lingkungan ini melahirkan kebiasaan yang berbeda. Corak kehidupan di daerah pegunungan berbeda dengan manusia yang tinggal di dataran rendah, begitupun sebaliknya.
Pengaruh bentuk muka bumi terhadap kehidupan di daerah pegunungan dan dataran rendah dari aspek tumbuhan, mata pencaharian, makanan, pakaian, bentuk rumah, dan sistem transportasi.
a.  Kehidupan di daerah pegunungan
Pegunungan atau gunung memiliki iklim yang sejuk. Karena angin yang datang dari arah laut setelah mencapai daerah pegunungan dan gunung, naik ke atas. Akhirnya angin menjadi lebih dingin, sehingga menimbulkan awan terjadilah hujan di sekitarnya. Banyaknya hujan ini di samping tanahnya subur (banyak mengandung humus) menimbulkan tumbuh suburnya berbagai jenis tumbuhan. Hutan lebat dengan berbagai jenis tumbuhan subur.
Daerah pegunungan umumnya memiliki tanah yang subur, karena disamping daerah vulkanis juga memiliki curah hujan yang tinggi. Kesuburan tanah ini berpengaruh terhadap mata pencaharian penduduk sekitarnya. Umumnya penduduk daerah pegunungan menggantungkan hidupnya dari pertanian dan perkebunan. Tanaman yang mereka tanam seperti kina, teh, kopi, sayur-sayuran, dan berbagai jenis buahbuahan. Daerah pegunungan memiliki alam yang berbukit-bukit. Tidak sedikit di antara bukitdipisahkan oleh lembah, lereng atau sungai. Kondisi alam seperti ini kurang menguntungkan dalam bidang transportasi. Untuk berjalan kaki saja dirasakan berat, karena harus mendaki (naik dan turun). Oleh karena itu pembangunan jalan raya atau jalan kereta api relatif sulit dan memerlukan biaya besar.
b.      Kehidupan di daerah dataran rendah
Umumnya dataran rendah di Indonesia merupakan dataran hasil endapan oleh air, atau sering disebut dataran aluvial. Biasanya dataran aluvial, tanahnya subur dan sangat baik untuk daerah pertanian, perkebunan, pemukiman, atau juga untuk industri. Apalagi daerah seperti ini yang dialiri sungai dapat lebih memenuhi kebutuhan air tawar untuk pertanian, perumahan, dan juga industri. Umumnya dataran rendah dan delta sangat baik untuk lahan pertanian. Pengolaha tanah bisa lebih mudah karena tanahnya datar dan tidak keras. Pengaturan air, dan transportasinya juga lebih mudah bila dibandingkan daerah dataran tinggi. Karena itu di daerah ini mata pencaharian penduduknya banyak yang bertani. Tanaman yang cocok adalah padi, tebu, jagung, kelapa, dan palawija. Umumnya pertanian di daerah ini memiliki areal yang luas dan bisa menghasilkan produksi pertanian yang besar.
Dataran rendah umumnya berpenduduk padat. Begitu pula kota-kota besar juga umumnya berada di dataran rendah. Dataran rendah tanahnya relatif luas, sarana dan prasarana juga mudah dibangun, tanahnya relatif subur dan mempunyai cadangan air yang cukup. Semua itu mendukung pertumbuhan daerah dataran rendah menjadi sebuah kota. Karena itu dataran rendah secara umum penduduknya lebih cepat maju. Mata pencaharian penduduk lebih bervariasi, ada yang bertani, nelayan, berdagang, industri, maupun bergerak dalam bidang jasa. Pembangunan sarana transportasi di dataran rendah juga lebih menguntungkan. Perjalanan bisa lebih cepat karena jalannya lurus dan tidak mendaki. Biaya pembuatan dan pemeliharaan jalan juga lebih murah dan mudah.
2.      Sebaran Bentuk dan Potensi Muka Bumi Terhadap Kehidupan
Muka bumi kita ada yang merupakan daerah pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran tinggi, lembah, dan lain-lain. Perbedaan bentuk muka bumi ini sebenarnya merupakan potensi penunjang kehidupan manusia.
Sebaran bentuk muka bumi berpengaruh terhadap cara pemanfaatan lahan, baik untuk keperluan pertanian, industri, pemukiman, perdagangan dan keperluan lainnya. Oleh karena itu pengetahuan tentang bentuk muka bumi ini sangat penting artinya dalam menunjang kehidupan manusia. Lahan (land) merupakan lingkungan fisik dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisik ini bisa berupa relief/topografi, iklim, tanah, dan air. Sedangkan lingkungan biotik adalah tumbuhan, hewan, dan manusia.
Lahan kritis adalah lahan yang kemampuan produksinya sangat kurang, baik dalam bidang pertanian, industri, pemukiman, atau keperluan lainnya. Jika lahan kritis dihubungkan dengan pertanian, maka lahan kritis yang dimaksud adalah lahan tandus dan sudah tidak mampu berproduksi lagi. Di lahan kritis biasanya sifat-sifat fisik dan kimia tanah sudah hilang. Begitu pula hampir seluruh lapisan tanah paling atas (lapisan subur) juga sudah hilang. Hal ini disebabkan oleh cepatnya proses erosi dan transportasi pada tanah tersebut, sementara proses pembentukan tanah memakan waktu yang relatif lama.

BAB III
PENUTUP

  • KESIMPULAN
 Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari delapan planet yang dekat dengan matahari dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Secara garis besar, lapisan bumi terdiri atas beberapa bagian, yaitu: kerak bumi (crush), selimut (mantle), dan inti ( core).
Kerak Bumi adalah lapisan terluar Bumi yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudra dan kerak benua. Kerak samudra mempunyai ketebalan sekitar 5-10 km sedangkan kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Penyusun kerak samudra yang utama adalah batuan basalt, sedangkan batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit, yang tidak sepadat batuan basalt. Berdasarkan materi-materi penyusunnya, kerak bumi masih dikelompokkan menjadi beberapa lapisan yaitu : Lapisan atas, Lapisan tengah, Lapisan bawah, Lapisan batuan induk.
Selimut atau selubung bumi merupakan lapisan yang letaknya dibawah lapisan kerak bumi. Lapisan ini sebagian besar berupa silikat/besi dan magnesium. Selimut bumi tebalnya mencapai 2.900 km dan merupakan lapisan batuan yang padat yang mengandung silikat dan magnesium. Suhu dibagian bawah selimut mencapai 3.000◦C,tetapi tekanannya belum mempengaruhi kepadatan batuan. Selimut bumi dibagi menjadi tiga bagian yaitu litosfer, astenosfer dan mesosfer.
Inti bumi merupakan lapisan paling dalam dari struktur bumi yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi dua, yaitu lapisan inti luar (outer core) dan inti dalam.

·         SARAN
Adapun saran yang dapat disampaikan oleh penulis yaitu :
1.      Kepada tenaga pendidik agar lebih menambah wawasan tentang kebumian sehingga lebih mempermudah transfer informasi tentang bumi kepada peserta didik.
2.      Kepada pembaca, yaitu agar dapat lebih mengaitkan antara teori yang ada dengan fenomena-fenomena yang terjadi sehingga dapat lebih memperdalam pengetahuan.



DAFTAR PUSTAKA








No comments:

Pencarian isi Blog