Pencarian

Wednesday, August 23, 2017

MENGENAL JENIS JENIS ARSIP



ARSIP


A.    Pengertian Arsip
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, arsip adalah simpanan surat-surat penting. Berdasarkan pengertian ini, tidak semua surat dikatakan arsip. Surat dinyatakan sebagai arsip jika memenuhi persyaratan berikut ini:
1.      Surat tersebut harus masih mempunyai kepentingan bagi organisasi/lembaga baik untuk masa kini dan masa yang akan datang;
2.      Surat yang menyimpan kepentingan tersebut disimpan menurut sistem tertentu sehingga memudahkan temu balik bila diperlukan kembali.
Menurut Kamus Administrasi Perkantoran, arsip adalah kumpulan warkat yang disimpan secara teratur berencana karena mempunyai suatu kegunaan agar setiap kali diperlukan dapat cepat ditemukan kembali. Berdasar pengertian ini, warkat dapat disebut arsip apabila memenuhi 3 syarat, yaitu:
1.      Warkat memiliki kegunaan
2.      Warkat disimpan secara teratur dan berencana, dan
3.      Warkat dapat mudah dan cepat ditemukan jika diperlukan kembali.
Dari dua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk dapat disebut sebagai arsip, maka surat atau warkat harus memenuhi persyaratan: memiliki nilai guna bagi organisasi/lembaga sehingga surat/warkat tersebut dikelola dengan teratur dan berencana menurut suatu sistem tertentu agar memudahkan penemuan kembali surat/warkat yang disimpan itu jika sewaktu-waktu dibutuhkan kembali nilai informasi yang ada di dalamnya oleh organisasi/lembaga.


B.     Jenis-Jenis Arsip
Arsip dapat digolongkan atas berbagai jenis atau macam, tergantung dari sisi peninjauannya, antara lain:
1.      Berdasarkan Fungsi
Menurut fungsi dan kegunaanya, arsip dapat dibedakan menjadi:
-          Arsip dinamis, yakni arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam  perencanaan, pelaksanaan, dan atau penyelenggaraan administrasi perkantoran.
-          Arsip statis, yaitu arsip yang tidak dipergunakan lagi secara langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, aan atau penyelenggaraan aamlnlstrasl perkantoran, atau sudah tidak dipakai lagi dalam kegiatan perkantoran sehari-hari.
2.      Berdasarkan Nilai Guna

TERBENTUKNYA NKRI, SEBAB INDONESIA MENGANUT SISTEM PEMBAGIAN KEKUASAAN



ALASAN TERBENTUKNYA NKRI

Alasan-Alasan Terbentuknya Nkri
1)      Negara RIS tidak sesuai dengan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945.
2)      Pada umumnya masyarakat Indonesia tidak puas hasil KMB yang melahirkan Negara RIS. Rakyat di berbagai daerah melakukan kegiatan-kegiatan, seperti demonstrasi dan pemogokan untuk masyarakat keinginannya agar bergabung dengan RI.
3)      Dengan system pemerintahan federal berarti melindungi manusia Indonesia yang setuju dengan penjajah Belanda. 

Latar belakang terbentuknya NKRI (17-8-1950).
Berdasar hasil-hasil KMB, maka Indonesia menjadi negara serikat dengan nama RIS, RI menjadi salah satu negara bagiannya. Untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan, Republik Indonesia memang harus bergabung dengan RIS. Pada tanggal 14 Desember 1949 di Jakarta berlangsung pertemuan permusyawaratan federal. Pertemuan itu dihadiri oleh wakil-wakil dan negara-negara atau daerah yang akan menjadi bagian dari RIS dan wakil dari KNIP. Salah satu keputusan penting yang diambil dalam pertemuan itu adalah disetujuinya naskah UUD yang akan menjadi UUD RIS.
Berdasarkan UUD RIS atau biasa disebut juga dengan Konstitusi RIS, Indonesia merupakan federal yang terdiri atas negara-negara bagian sebagai berikut :
a. Negara Indonesia Timur.
b. Negara Pasundan.
c. Negara Sumatera Timur.
d. Negara Jawa Timur.
e. Negara Madura.
f. Negara Sumatera Selatan.

 Selain itu terdapat pula beberapa daerah otonomi, yaitu sebagai berikut :
a. Jawa Tengah.
b. Bangka.
c. Daerah Istimewa Kalimantan Barat.

UUD RIS menetapkan suatu federasi yang terdiri dari negara-negara bagian di wilayah Republik Indonesia di mana 15 Negara bagian yang lain adalah negara-negara boneka atau semiboneka yang didirikan oleh Belanda. Salah satu masalah yang dirasa berat oleh RIS yaitu masalah utang piutang yang diatur dalam naskah tersendiri. Belanda menuntut agar RIS menanggung utang Hindia-Belanda hingga periode penyerahan kedaulatan. Sedangkan pihak RIS hanya bersedia menanggung utang Hindia-Belanda hingga bulan Maret 1942. Alasannya, jika RIS menanggung utang Hindia Belanda sampai tahun 1949, berarti RIS harus membeayai sendiri penyerangan-penyerangan Belanda yang dilakukan terhadap Republik Indonesia.
Berbagai alasan tersebut menimbulkan pemikiran untuk mengembalikan Indonesia pada bentuk negara kesatuan. Di samping itu muncul banyak tekanan dari berbagai gerakan menuntut dibentuknya pemerintahan kesatuan. Dalam hal ini muncul berbagai demonstrasi dan mosi yang menginginkan agar negara-negara bagian RIS dilebur dan bergabung dengan Republik Indonesia guna membentuk negara kesatuan. Dari berbagai fakta di atas jelaslah bahwa kehendak untuk mendirikan negara kesatuan sudah tidak dapat dicegah lagi. Moh. Hatta (RI) dan Sukowati (Negara Indonesia Timur) dan Mansur (Negara Sumatera Timur) segera mengadakan pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut ketiga tokoh itu sepakat untuk membentuk negara kesatuan. NIT dan Negara Sumatera Timur sepakat menggabungkan diri dengan Republik Indonesia. Pada tanggal 19 Mei 1950 tercapailah persetujuan yang biasa disebut Piagam Persetujuan tentang kesediaan bersama untuk membentuk negara kesatuan.

 Adapun isinya sebagai berikut :
a.       Kesediaan bersama untuk membentuk negara kesatuan sebagai penjelmaan dari negara RIS yang berdasarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945.
b.      Penyempurnaan Konstitusi RIS, dengan memasukkan bagian-bagian penting dari UUD Republik Indonesia tahun 1945. Untuk ini diserahkan kepada panitia bersama yang menyusun Rencana UUD Negara Kesatuan.

Makalah Kedatangan Bangsa Belanda Ke Indonesia


Makalah Kedatangan  Bangsa Belanda Ke Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
Latar belakang kedatangan Belanda ke Indonesia adalah akibat meletusnya perang delapan puluh tahun antara Belanda dan Spanyol (1568-1648). Pada awalnya, perang antara Belanda dan Spanyol bersifat agama karena Belanda mayoritas beragama kristen protestan sedangkan orang Spanyol beragama kristen katolik. Perang tersebut kemudian menjadi perang ekonomi dan politik. Raja philip II dari Spanyol memerintahkan kota Lisabon tertutup bagi kapal Belanda pada tahun 1585 selain karena faktor tesebut juga karena adanya petunjuk jalan ke Indonesia dari Jan Huygen Van Lischoten, mantan pelaut Belanda yang bekerja pada Portugis dan pernah sampai di Indonesia.
Tujuan kedatangan belanda ke indonesia adalah untuk berdagang rempah-rempah. Setelah berhasil menemukan daerah penghasil rempah-rempah dan keuntungan yang besar, belanda berusaha untuk mengadakan monopoli perdagangan rempah-rempah dan menjajah. Untuk melancarkan usahanya, belanda menempuh beberapa cara seperti pembentukan VOC dan pembentukan pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.
Pada awal abad XIX Jawa Setelah pemerintahan Inggris berakhir, yaitu pada tahun 1816, Indonesia kembali dikuasai oleh Pemerintahan Hindia-Belanda. Pada masa ”kedua” penjajahan ini, yang sangat terkenal adalah sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Van den Bosch. Pelaksanaannya pun dimulai pada tahun 1830. Terdapat ketentuan-ketentuan dalam pelaksanaan sistem tanam paksa tersebut. Namun pada akhirnya, dalam praktek sesungguhnya terdapat banyak penyimpangan-penyimpangan.
Terdapat perbedaan antara penerapan sistem sewa tanah yang dilaksanakan oleh Raffles serta sistem tanam paksa yang dilaksanakan oleh Van den Bosch. Keduanya membawa dampak yang tidak sedikit bagi kehidupan bangsa Indonesia. Dalam perkembangan sampai  dengan paruh pertama abad ke-19, kebijakan selain bidang perekonomian, dalam bidang pendidikan juga tidak diabaikan oleh pemerintah Hindia-Belanda, tetapi itu hanya masih berupa rencana dari pada tindakan nyata. Dalam periode itu pemerintah harus melakukan penghematan anggaran, biaya untuk menumpas Perang Dipenogoro (1825-1830), dan untuk pelaksanaan Culturstelsel.
Dalam rangka usahanya menguasai Indonesia,Belanda secara licik menjalankan politik pecah belah,sehingga kerajaan-kerajaan yang saling bertentangan itu menjadi lemah.Kesempatan inilah digunakan oleh Belanda untuk menjajah Indonesia.

B.         Rumusan Masalah

 

BAB II
PEMBAHASAN

A.        Awal Kedatangan Bangsa Belanda ke Negara Indonesia
Tahun 1956 adalah awal kedatangan Bangsa Belanda ke Negara Indonesia. Empat buah kapal yang dipimpin oleh Pieter Keyzer serta Cornelis de Houtman ini sampai ke pelabuhan Banten setelah menempuh perjalanan selama satu tahun lebih. Sayangnya, kunjungan dari kapal Belanda ini ke daerah Banten kurang disambut baik karena sifat arogan yang ditunjukkan oleh Cornelis de Houtman.

Pencarian isi Blog